KUNJUNGAN KERJA: Bertemu Petani, Presiden Janji Naikkan Harga Karet

Presiden Joko Widodo bersama Nyonya Iriana meninjau perkebunan karet seusai bertemu para petani karet di Desa Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019). (Sumber: KOMPAS/ANITA YOSSIHARA)

Palembang, Baranews.co – Presiden Joko Widodo bertemu para petani karet di perkebunan rakyat di Desa Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019). Kepala Negara berjanji menaikkan harga karet yang semakin anjlok beberapa tahun terakhir.

”Dalam posisi (ekonomi dunia) belum normal, pemerintah berupaya agar harga (karet) bisa terdongkrak,” kata Presiden Jokowi di hadapan ribuan petani karet.

Sejak akhir 2012, harga karet dunia terus merosot. Bahkan, dalam satu tahun terakhir, karet petani hanya dihargai  Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram  dari sebelumnya bisa di atas Rp 10.000 per kg.

Presiden Jokowi menyampaikan, tidak mudah untuk menaikkan harga karet di tengah kondisi ekonomi dunia yang belum stabil. Meski begitu, pemerintah tetap melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak harga karet.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melobi Pemerintah Thailand dan Malaysia untuk bersama-sama mengendalikan pasokan karet.

KOMPAS/ANITA YOSSIHARA

Presiden Joko Widodo didampingi Nyonya Iriana menyadap getah karet seusai bertemu para petani karet di perkebunan di Desa Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019).

Sambil menunggu proses negosiasi itu tuntas, pemerintah mencoba upaya lain, yaitu dengan memanfaatkan karet sebagai campuran aspal.

”Saya sudah perintahkan Menteri Pekerjaan Umum supaya sekarang mengaspal jalan jangan hanya pakai aspal, tetapi  dengan campuran karet,” ujar Presiden Jokowi.

Dijelaskan, penggunaan aspal bercampur karet sudah diuji coba untuk diterapkan di Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. Mulai saat ini, Presiden Jokowi memerintahkan pembangunan jalan di seluruh provinsi di Indonesia menggunakan campuran aspal dan karet.

”Saya perintahkan seluruh daerah mengaspal jalan dengan karet. Tidak apa-apa lebih mahal sedikit. Sebab, yang terpenting kita tidak bergantung pada pasar luar negeri,” katanya.

Upaya lain adalah membatasi ekspor karet mentah. Indonesia diharapkan memiliki pabrik pengolahan karet sehingga produknya bisa langsung diserap industri dalam negeri. (ANITA YOSSIHARA/RHAMA PURNA JATI/Kompas Cetak).

Be the first to comment

Leave a Reply