INFRASTRUKTUR: Juni 2019, Bakauheni-Palembang Tersambung

Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar segmen Simpang Susun (SS) Bakauheni-SS Lematang dan segmen SS Kotabaru-Terbanggi Besar sepanjang 127 kilometer, Jumat (8/3/2019) pagi, di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan. Segmen Pelabuhan Bakauheni-SS Bakauheni dan SS Lematang-SS Kotabaru sepanjang 14 kilometer sudah beroperasi sejak Januari 2018. Ini membuat Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 km rampung sepenuhnya. (Sumber: KOMPAS/NINA SUSILO)

Palembang, Baranews.co – Jalan tol yang menghubungkan Bakauheni di Provinsi Lampung hingga Kota Palembang, Sumatera Selatan, ditargetkan selesai dibangun pada bulan Juni 2019. Keberadaan jalan tol sepanjang 380 kilometer itu diharapkan dapat menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di kawasan selatan Pulau Sumatera, khususnya Kota Palembang.

Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019), menyampaikan, jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar sudah diresmikan pada hari Jumat lalu. Ruas tol sepanjang 140,9 kilometer itu merupakan bagian dari jalan tol Bakauheni-Palembang, yang menghubungkan daerah selatan Pulau Sumatera.

Saat ini pembangunan ruas tol Terbanggi Besar-Palembang masih dikerjakan. “Nanti bulan Juni, insyaallah, jalan tol akan tersambung sampai ke Palembang. Saya akan datang ke sini untuk meresmikan jalan tol Bakauheni-Palembang,” kata Presiden Jokowi kepada para pendukungnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengharapkan, beroperasinya jalan tol sepanjang 380 kilometer itu tak hanya menghubungkan daerah-daerah di Sumatera bagian selatan. Lebih dari itu, keberadaan jalan tol Bakauheni-Palembang diharapkan bisa menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah yang dilintasi, terutama Kota Palembang.

“Nantinya akan muncul kawasan wisata baru, kawasan ekonomi khusus baru,” katanya.

Dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, diharapkan semakin banyak investasi yang masuk. Sehingga lapangan kerja baru pun bertambah banyak.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Didik Susetyo, mengatakan, infrastruktur  terutama jalan sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. “Semakin lancar jalan, maka ongkos produksi dapat ditekan, sebaliknya semakin rusak jalan, maka ongkos produksi bertambah,” tuturnya.

Keberadaan jalan tol juga akan berdampak pada  semakin cepatnya distribusi logistik atau komoditas. Di sisi lain, lanjut Didik, jalan tol juga akan mengurangi beban jalan nasional yang biasa dilewati. “Hal ini juga akan berpengaruh pada semakin panjangnya usia jalan,” katanya.

Hambatan diselesaikan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menambahkan, hingga saat ini pembangunan jalan tol dari Terbanggi Besar-Palembang masih terus berlangsung. Salah satu hambatan yang dihadapi adalah masih terputusnya  jembatan Sungai Sodong di Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir. Jembatan sepanjang 120 meter ini menghubungkan antara Pematang Panggang dengan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Basuki  menargetkan, pembangunan jembatan itu akan selesai pada April mendatang. Dengan begitu  jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang sepanjang 350 kilometer bisa  terhubung sebelum Juni.

“Pada saat Idul Fitri, masih dibuka secara fungsional. Namun, pada akhir Juni diharapkan, pembangunan tol dapat diselesaikan,” katanya.

Sebelumnya pada  29 Agustus 2018 lalu, Menteri BUMN Rini Sumarno bersama rombongan telah melakukan ekspedisi Tembus Tol Lintas Sumatera dari Jakarta menuju Palembang. Hasilnya perjalanan dari Merak hingga Palembang hanya menghabiskan waktu kurang lebih tujuh jam. Padahal jika menggunakan jalur lintas Sumatera, perjalanan dari Lampung menuju Palembang membutuhkan waktu lebih kurang 12 jam.

Berdasarkan pantauan, sampai saat ini masih ada sejumlah persoalan yang menghambat pembangunan jalan tol. Salah satunya lahan yang sebagian besar berupa rawa.

Sementara pembebasan lahan juga masih belum tuntas, termasuk lahan untuk ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk segera menyelesaikan proses pembebasan lahan, karena dana untuk ganti untung sudah disiapkan. (RAM/NTA)/RHAMA PURNA JATI/ \ANITA YOSSIHARA/Kompas Cetak

Be the first to comment

Leave a Reply