HARI RAYA KEAGAMAAN: Nyepi Jadi Momentum Kuatkan Persaudaraan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) menghadiri upacara Tawur Kesanga yang merupakan rangkaian peringatan hari suci Nyepi, Rabu (6/3/2019), di kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: KOMPAS/HARIS FIRDAUS)

Sleman, DI Yogyakarta, Baranews.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, peringatan hari suci Nyepi diharapkan bisa menjadi momentum untuk menguatkan persahabatan dan persaudaraan di antara semua elemen bangsa. Semangat persahabatan dan persaudaraan itu penting untuk dikuatkan di tengah situasi politik yang menghangat menjelang Pemilu 2019.

”Dengan makna yang begitu mendalam, hari suci Nyepi, menurut hemat saya, juga harus dijadikan momentum untuk memperteguh kearifan Simakrama dan Nyama Braya atau persahabatan dan persaudaraan,” kata Lukman dalam upacara Tawur Kesanga yang merupakan rangkaian peringatan hari suci Nyepi, Rabu (6/3/2019), di kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lukman mengatakan, sampai saat ini bangsa Indonesia masih membutuhkan ruang-ruang sosial untuk menjalin tali kekeluargaan dan persaudaraan serta menguatkan sikap menghargai kebinekaan suku, agama, ras, dan antargolongan. Oleh karena itu, peringatan hari suci Nyepi diharapkan bisa ikut menguatkan rasa kekeluargaan serta sikap menghargai perbedaan tersebut.

”Penghormatan terhadap kebinekaan sudah lama diajarkan dalam agama Hindu melalui kalimat ’Vasudhaiva Kutumbakam’ atau kita semua bersaudara, juga ungkapan ’Tat Twam Asi’ atau aku adalah engkau, engkau adalah aku,” ujar Lukman.

KOMPAS/HARIS FIRDAUS

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) menghadiri upacara Tawur Kesanga yang merupakan rangkaian peringatan hari suci Nyepi, Rabu (6/3/2019), di kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Secara khusus, Lukman juga mengapresiasi tema peringatan hari suci Nyepi tahun ini, yakni ”Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”. Menurut Lukman, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi ujian pada tahun politik saat ini.

”Menurut hemat saya, tema ini bukan sekadar jargon, tetapi sangat penting dan strategis untuk membuat pemilu kita menjadi pemilu yang damai. Tema sentral hari suci Nyepi ini saya kira juga sangat tepat dijadikan pengingat bagi kita semua agar Pemilu 2019 berlangsung lancar, aman, dan damai,” ujarnya.

Lukman menambahkan, tema peringatan hari suci Nyepi itu juga mengandung pesan agar semua elemen bangsa terus memelihara kerukunan di antara umat beragama. Pada tahun politik seperti sekarang, kerukunan tersebut sangat penting untuk mewujudkan pemilu yang damai.

Pada tahun politik seperti sekarang, kerukunan tersebut sangat penting untuk mewujudkan pemilu yang damai.

”Hanya dengan terpeliharanya hidup yang rukun dan harmoni, kita akan bisa menghasilkan pemilu yang damai. Hal ini penting saya sampaikan karena pada tahun politik ini, suasana kehidupan berbangsa dan bernegara sedang menghangat. Jangan sampai pemilu yang seharusnya menggembirakan kita semua menjadi kontestasi yang justru membuat kita intoleran dan terpecah-pecah,” kata Lukman.

KOMPAS/HARIS FIRDAUS

Sejumlah penari perempuan memainkan tarian dalam upacara Tawur Kesanga yang merupakan rangkaian peringatan hari suci Nyepi, Rabu (6/3/2019), di kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gembira

Sementara itu, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya meminta seluruh umat Hindu di Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjelang Pemilu 2019. Selain itu, Wisnu juga meminta umat Hindu untuk menyambut Pemilu 2019 dengan rasa gembira.

”Saya ingatkan kembali kepada umat semua, songsong pesta demokrasi dengan merdeka dan gembira. Lakukan yang terbaik, jaga kesatuan dan persatuan bangsa,” ucap Wisnu.

Wisnu menambahkan, Indonesia merupakan negara yang sangat indah dan memiliki kekayaan alam yang sangat banyak. Oleh karena itu, keutuhan Indonesia harus terus dijaga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

”Bumi Indonesia ini sangat indah, sangat kaya raya. Apabila kekayaan alam kita ini bisa kita manage (atur) dengan baik, akan cukup untuk kebutuhan untuk seluruh rakyat. Tetapi, apabila untuk memenuhi keinginan satu orang yang serakah, kekayaan Indonesia tidak akan pernah cukup. Oleh sebab itu, saya mengingatkan, jangan pernah serakah,” tutur Wisnu. (HARIS FIRDAUS/Kompas Cetak).

Be the first to comment

Leave a Reply