KAMPANYE PEMILU 2019: Pengawasan Masih Belum Optimal

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan (kedua kiri) bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kedua kanan), Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis (kiri), Kabag Administrasi Pengaduan Etika Pers dan Hukum Dewan Pers Syariful (kanan) menunjukan surat keputusan bersama gugus tugas Pengawasan dan Pemantauan Iklan, Pemberitaan, dan Penyiaran Kampanye Pemilu 2019 dalam acara peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu 2019 di Jakarta, Selasa (25/9). (Sumber: Kompas/ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta, Baranews.co – Pembentukan Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran, dan Iklan Kampanye Pemilu 2019 pada September 2018 diharapkan semakin optimal mengawasi tahapan kampanye yang tengah berlangsung. Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar (25/2/2019), di Jakarta, mengatakan, gugus tugas itu dibentuk sebagai kerja sama antara Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum, Dewan Pers, dan Komisi Penyiaran Indonesia.

”Gugus tugas dibentuk agar pengawasan kampanye bisa maksimal. Setiap lembaga bekerja menurut tugas pokok fungsinya masing-masing. Ada yang lewat lembaga penyiaran, juga media cetak. Semuanya harus saling mendukung mengawasi kampanye pemilu,” kata Fritz.

Anggota Bawaslu lainnya, Mochammad Afifuddin, menambahkan, Bawaslu dan anggota gugus tugas berupaya semaksimal mungkin jalankan kewenangan masing-masing. Adapun Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini mengatakan, masih ada kendala saat pengawasan kampanye, terutama yang ditayangkan di media massa.

“Yang bisa disebut kampanye misalnya, harus ada nomor dan gambar partai, sedangkan hal lain di luar itu bukan termasuk kampanye. Batasan-batasan semacam ini sangat lentur dan mudah dipatahkan, sehingga banyak celah pelanggaran kampanye terjadi,” ujar Titi. (RINI KUSTIASIH/Kompas Cetak).

KOMPAS/LASTI KURNIA (LKS)

Kiri ke kanan; Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Juri Ardiantoro, dan Ketua Komisi Penyiaran Infonesia (KPI) Yuliandre Darwis menandatangani keputusan bersama antara Bawaslu, KPU, dan KPI di Hotel IBIS, Hayam Wuruk, Jakarta, Jumat (11/11). Ketiga lembaga sepakat membentuk gugus tugas pengawasan dan pemantauan pemberitaan penyiaran dan iklan kampanye Pilkada melalui lembaga penyiaran.

Be the first to comment

Leave a Reply