Film tentang Menstruasi Menangi Piala Oscar

Sumber: thenewsminute.com

Ketika sutradara Rayka Zehtabchi berjalan di atas panggung untuk menerima penghargaan Academy Award untuk kategori film dokumenter terbaik, ia menangis. Film-nya yang bertemakan menstruasi berhasil membawa pulang Piala Oscar 2019.

Oleh: Dannielle Maguire

Baranews.co – Tapi ia ingin menjelaskan kepada penonton mengapa ia menangis.

“Saya tak menangis karena sedang haid atau yang lain,” katanya.

Film dokumenternya, “Period. End of Sentence.”, menyoroti bagaimana menstruasi bisa menghambat kemampuan seorang gadis untuk melanjutkan pendidikannya.

Poin utama:

• Film “Period. End of Sentence. dinobatkan sebagai film pendek dokumenter terbaik

• Film ini mendokumentasikan pengalaman perempuan dan anak perempuan di India yang hidupnya dipengaruhi oleh stigma seputar menstruasi

• Sebuah badan amal bernama The Pad Project bertujuan untuk mengakhiri tabu seputar menstruasi dan membantu masyarakat menciptakan pembalut yang bisa terurai secara hayati untuk mempertahankan agar anak-anak perempuan tetap bersekolah

Film ini juga menyoroti proyek sebuah organisasi yang bernama “The Pad Project” (proyek pembalut), yang bertujuan untuk mengirimkan produk-produk sanitasi kepada para perempuan di negara-negara berkembang.

Ketika perempuan tak memiliki akses ke produk sanitasi seperti tampon dan pembalut, mereka dipaksa untuk menggunakan alternatif yang tak higienis untuk menyerap darah menstruasi, kadang-kadang menggunakan kain kotor, dedaunan, koran, dan abu.

Ini membuat mereka terpapar terhadap infeksi dan menciptakan perasaan malu atas apa yang merupakan fungsi tubuh alami.

Menurut The Pad Project, anak perempuan sering dipaksa untuk tidak bersekolah saat mereka sedang menstruasi, yang kadang-kadang bisa berarti kehilangan satu minggu masa sekolah setiap bulannya.

Semakin sering masa sekolah yang terlewat, semakin besar kemungkinan para gadis ini akan tertinggal dan putus sekolah sepenuhnya.

“Secara budaya di banyak wilayah di India, menstruasi masih dipandang kotor dan tak suci,” tulis akademisi Suneela Garg dan Tanu Anand dalam sebuah penelitian tentang mitos menstruasi di India.

“Tabu seputar menstruasi mengecualikan perempuan dan anak perempuan dari banyak aspek kehidupan sosial dan budaya.”

Zehtabchi dan produser Melissa Berton ingin mengubah tren yang tidak menguntungkan ini.

“Period (menstruasi, atau bisa diartikan tanda titik) harusnya mengakhiri kalimat, bukan pendidikan anak perempuan,” kata Berton saat menerima penghargaan.

“Period. End of Sentence” menampilkan sekelompok gadis SMA dari California, AS, yang mulai menggalang dana untuk “The Pad Project”.

Tujuan dari proyek ini adalah untuk membangun komunitas yang berkembang dengan mesin yang membuat pembalut yang bisa terurai secara hayati dari bahan-bahan lokal.

Mesin, yang ditemukan oleh Arunachalam Muruganantham, ini bisa menghasilkan pembalut dengan harga sekitar lima sen per buah.

Film yang ditayangkan di Netflix ini menceritakan kisah perempuan di Hapur, India, setelah mesin dipasang di desa mereka.

“Ketika saya pergi ke sana dan berhadapan langsung dengan para perempuan itu … menjadi sangat jelas bagi saya bahwa menstruasi adalah sumber rasa malu yang sangat besar,” kata Zehtabchi.

Kini, film dokumenter ini makin disorot setelah kemenangan Oscar, yang diharapkan lebih banyak membantu para gadis melalui proyek ini.

Awal bulan ini, perusahaan California yang menerbitkan emotikon menambahkan emoji menstruasi ke aplikasi mereka.

Langkah ini adalah hasil dari kampanye panjang dari kelompok kemanusiaan Plan International, yang berusaha untuk melepas stigma menstruasi.

“800 juta perempuan mengalami menstruasi setiap bulannya, tetapi kita masih menganggap ini sebagai sesuatu yang memalukan,” ujar Hayley Cull, Direktur Advokasi Plan International di Australia.

“[Emoji menstruasi] adalah bagian dari menormalkan percakapan seputar hal itu.”

Desain emotikon dari mestruasi akan muncul seperti tetesan darah merah, bukan sepasang pakaian dalam bernoda darah seperti yang disarankan oleh Plan International. (ABC News/swh).

 

Be the first to comment

Leave a Reply