SEPAK BOLA: Lantaran Wasit Perempuan, Iran Batalkan Siaran Bundesliga

Sumber: dw.com

Stasiun televisi milik pemerintah Iran batal menyiarkan laga Bundesliga karena kehadiran seorang wasit perempuan yang mengenakan celana pendek. Penampilan Bibiana Steinhaus dianggap bertentangan dengan budaya Islam.

Baranews.co – Stasiun penyiaran milik pemerintah Iran, IRIB, tidak menunjukkan pertandingan Bundesliga antara Bayern München dan Augsburg pada hari Jumat (15/02) karena wasitnya adalah wasit perempuan Bibiana Steinhaus memimpin, media Jerman melaporkan dengan mengutip media di Iran.

Menurut laporan media setempat, siaran dibatalkan karena peraturan Islam yang ketat di negara itu. Seperti tidak mengizinkan penayangan gambar wanita yang mengenakan pakaian yang memperlihatkan kulitnya, seperti celana pendek olahraga.

Natalie Amiri, koresponden Iran untuk stasiun penyiaran publik Jerman ARD, dalam akun Twitternya menulis, bahwa siaran di Iran telah dibatalkan “pada menit terakhir.”

View image on Twitter

Natalie Amiri

@NatalieAmiri
Kurzfristig gecancelt! Keine Übertragung des Spiels @FCBayern @FCA_World Augsburg im #Iran Staatsfernsehen. Und wer hat Schuld daran: natürlich wieder Bibi. Bibiana Steinhaus ist eine Frau und trägt kurze Hosen. So etwas soll man nicht im iranischen Staatsfernsehen sehen.
9:19 PM – Feb 16, 2019

Sensor ketat

Di Iran, adegan film yang menunjukkan wanita dalam pakaian yang dianggap terbuka akan disensor. Tetapi ini tidak mungkin dilakukan saat menyiarkan pertandingan Bundesliga hari Jumat, karena Steinhaus akan terus terlihat, demikian laporan media.

Pertandingan Bundesliga pada Mei tahun lalu, dengan Steinhaus sebagai wasit, dilaporkan disensor dengan cara membidik acak penonton yang ditampilkan setiap kali kamera berfokus pada Steinhaus.

Steinhaus, 39, adalah perempuan pertama yang memimpin pertandingan sepak bola laki-laki di tingkat profesional di Jerman. Pertandingan Bundesliga pertamanya adalah pada bulan September 2017.

Dia dinobatkan sebagai salah satu wasit terbaik Jerman pada tahun 2018. (dw.com/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply