PERUSAHAAN TAMBANG: Presiden Jokowi Temui Perwakilan Eks Karyawan Freeport

Tambang terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia dipotret dari Overlook Bunaken (4.285 meter di atas permukaan laut) dengan latar belakang Pegunungan Jayawijaya, Papua, Sabtu (18/8/2018). Tambang terbuka Grasberg yang memiliki kandungan emas hingga 55 juta ons bakal selesai beroperasi pada akhir tahun 2018. (Sumber:KOMPAS/KHAERUDIN)

Jakarta, Baranews.co – Setelah sembilan hari menginap di seberang Istana Merdeka, perwakilan eks karyawan PT Freeport Indonesia bertemu Presiden Joko Widodo, Rabu (13/2/2019). Para karyawan meminta pemerintah menindak PT Freeport Indonesia yang merumahkan ribuan karyawannya secara sepihak sejak 2017.

Menjelang jam 11.00, tiga perwakilan karyawan tersebut Jerry Yarangga, Stefen Yawan, dan Oktopia Yeimo memasuki Kompleks Istana Kepresidenan. Ketiganya menemui Presiden Joko Widodo yang didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istana Merdeka.

Seusai pertemuan, tengah hari, Jerry menceritakan PT Freeport Indonesia merumahkan karyawan (furlough) tanpa batas waktu. Keputusan ini diambil secara sepihak dan diikuti dengan pembekuan BPJS dan rekening karyawan. “Ini semua tidak ada dalam aturan ketenagakerjaan dan kesepakatan bersama,” tutur Jerry yang sudah bekerja sebelas tahun di PT FI.

Pengurangan karyawan ini sudah berlangsung sejak 2017 ketika PT FI memutuskan efisiensi dengan mengurangi investasi. Menurut Stefen, terdapat lebih dari 8.000 orang yang dirumahkan akibat kebijakan tersebut.
“Kami diperlakukan tidak manusiawi oleh PT Freeport Indonesia, jadi kami minta Bapak Presiden untuk menindak tegas pelanggaran norma tenaga kerja yang dilakukan PT Freeport kepada kami di Papua. Kami juga meminta kepada Bapak Presiden untuk bisa membuat kami kembali bekerja dan (PT FI) membayar hak kami, karena PT FI melakukan kebijakan di luar peraturan perundangan,” tutur Jerry.

 

Secara terpisah, Moeldoko mengatakan, masalah karyawan PT FI ini sudah lama ditangani melalui berbagai tahap perundingan baik di internal perusahaan, tripartit di Kementerian Tenaga Kerja, dan dua bulan lalu juga dibahas di KSP. Namun, diakui persoalannya tidak mudah.
Karenanya, kata Moeldoko, Presiden akan mengundang manajemen PT FI dan Menteri Tenaga Kerja untuk mencari sebuah solusi yang baik dan seimbang. Presiden juga berpesan supaya tuntutannya tidak berlebihan dan semua mencari jalan keluar terbaik.

Para pekerja eks Freeport ini sudah tujuh kali berunjuk rasa di Taman Pandang Istana. Di unjuk rasa ketujuh kali ini, mereka mendirikan tenda di seberang Istana Merdeka dan sekitar 30 orang menginap di sana. Mereka mengharap ada solusi atas status kepegawaian mereka dengan PT FI. (NINA SUSILO/Kompas Cetak).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*