SISI LAIN JOKOWI DAN PRABOWO: Saat Jokowi Menyapa Warga .…

Presiden Jokowi gendong Rafi Ahmad Fauzi di Cianjur, 8/2 (Sumber: merdeka.com/©Istimewa)

”Paaaak…, Paaaak…, Paaaak…, Paaaak!”

Seorang bocah lelaki berkaus dengan topi warna jingga berteriak- teriak memanggil Presiden Joko Widodo. Tangan kirinya melambai mencoba menarik perhatian, sedangkan tangan kanannya membawa bendera Merah Putih terbuat dari plastik.

Presiden Jokowi yang tengah menyalami warga kemudian berbalik. Saat yang sama, petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengizinkan laki-laki yang menggendong bocah berkebutuhan khusus itu untuk mendekati Presiden.

Si bocah, Rafi Ahmad Fauzi (8), sambil tetap berteriak-teriak langsung membentangkan kedua tangannya, minta digendong Jokowi.

Calon Presiden Joko Widodo berfoto bersama dengan warga usai menghadiri Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi di Gedung Concert Hall De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019). (Sumber: KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA_

”Sini,” ujar Jokowi sembari menggendongnya dan bertanya, ”Kenapa, toh, teriak-teriak?” Rafi langsung mengalungkan lengannya ke leher Jokowi. Peristiwa yang terjadi saat kunjungan kerja Presiden ke Pondok Pesantren Al-Ittihad, Cianjur, Jawa Barat (8/2/2019), membuat sejumlah warga terharu.

Tak lama, si bocah teriak-teriak lagi, ”O-o, o-o.” Ternyata ia meminta difoto. Reni, ibunda Rafi, segera mengambil gambar menggunakan ponselnya.

KOMPAS/ANITA YOSSIHARA

Presiden Joko Widodo bersama Nyonya Iriana menyempatkan diri meninjau Benteng Van Den Bosch di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019).

Menurut Reni, putranya mengetahui Presiden Jokowi melalui Youtube.

”Sering lihat (Presiden Jokowi) di Youtube, suka teriak-teriak sendiri pengin ketemu, pengin salaman,” katanya ketika diwawancarai.

Karena mengetahui rencana kedatangan Jokowi ke Cianjur, Rafi pun menantikan sejak pagi. ”Subuh-subuh dia bangun, langsung ngajak, belum makan, belum apa, sampai sekarang,” ujar Reni sembari mengusap air matanya.

Di Ponpes Al-Ittihad, Cianjur, ini, Presiden bersilaturahmi dengan Muslimat NU dan para ulama serta menunaikan shalat Jumat. Masih di hari sama, seorang lelaki berhasil menyalami bahkan memeluk Jokowi di Alun-alun Cianjur. Tak hanya memeluk, dia juga menepuk-nepuk punggung Jokowi.

Jokowi biasanya menghadapinya dengan senyum dan sabar. Justru personel Paspampres yang cenderung waswas dengan warga yang terlampau bersemangat dan dekat dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

Namun, semua memahami Jokowi selalu berharap bisa dekat dengan warganya. Karenanya, kendati keselamatan kepala negara harus menjadi prioritas, Paspampres juga memberi ruang untuk warga bertemu, bersalaman, menyapa, dan berfoto dengan Presiden.

ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A

Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyalami relawan menghadiri Rakorda Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi Ma’ruf Amin Sulawesi Selatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/12/2018). Jokowi mengajak relawan untuk memenangkan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 dengan dengan perolehan suara 75 persen sesuai dengan target TKD Sulsel. 

Serba spontan

Aksi Jokowi saat bertemu dengan masyarakat sering kali spontan, tak dirancang sebelumnya. Seperti pada saat mengunjungi lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di pesisir Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/1/2019) lalu, Presiden Jokowi tiba-tiba berjongkok di tengah kerumunan warga yang duduk di atas tikar.

Warga yang awalnya berdiri berdesakan di belakang pun sontak berjongkok mengelilingi Presiden yang mengenakan setelan kemeja putih dan celana jins berwarna biru. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mau tak mau turut berjongkok di belakang Presiden Jokowi.

Rupanya, Jokowi memilih berjongkok untuk mendengarkan aspirasi warga Kunjir, yang desanya mengalami kerusakan parah akibat tsunami. Tak hanya mendengar keluh kesah serta harapan warga, Jokowi juga menghibur anak-anak penyintas bencana di tempat pengungsian di lapangan tenis Kalianda.

Spontanitas dan kebiasaan Jokowi mendengarkan berbagai keluhan masyarakat juga terjadi ketika mengunjungi Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, baru-baru ini. Agenda kunjungan kerja tersebut hanya memanen udang vaname hasil kerja kelompok tani pengelola lahan perhutanan sosial, memantau pemasangan sambungan listrik untuk warga miskin, serta bertemu ibu-ibu nasabah Permodalan Nasional Madani Mekaar. Namun, lepas tengah hari, secara mendadak, mobil Presiden berbelok memasuki SMP Negeri 1 Muara Gembong, yang sebagian ruang kelasnya hancur berantakan sejak sebelum ia menjadi presiden.

KOMPAS/ANITA YOSSIHARA

Presiden Joko Widodo menghibur anak-anak penyintas bencana di Lapangan Tenis Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Rabu (2/1/2019).

Setelah berbincang sejenak dengan Kepala SMPN 1 Muara Gembong, Presiden langsung memantau kelas-kelas yang tampak seperti gudang berisi rongsokan kursi dengan banyak kerusakan. Selain langit-langit yang bolong-bolong, dinding-dinding sekolah pun retak. Presiden pun meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang mendampingnya dalam kunjungan kerja itu untuk memperbaiki sekolah tersebut.

Sebenarnya apa yang dilakukan Jokowi bukanlah hal baru. Spontanitas warga seperti ini sesungguhnya sering terjadi sejak Jokowi menjadi presiden, bahkan sejak ia dipercaya sebagai wali kota Solo, Jawa Tengah.

Spontanitas dan kerendahan hati untuk selalu menyapa warga menjadi kekuatan Jokowi. Apakah itu pencitraan? Kalaupun ada yang menyebutnya ”selalu melakukan pencitraan”, pertanyaan lanjutannya adalah kenapa ia begitu konsisten melakukan sesuatu yang sederhana, apa adanya, dan disambut pula dengan ketulusan oleh para warga? (ANITA YOSSIHARA Dan NINA SUSILO/Kompas Cetak)

Be the first to comment

Leave a Reply