Tanpa Messi, Nasib Barcelona Bisa “Sesuram” Real Madrid

Lionel Messi (Sumber: bbc.com)

Oleh: Syaiful W. HARAHAP

Mengandalkan seorang pemain (bintang) di klub sepakbola bisa runyam kalau pemain tsb. hengkang. Ini baru saja dialami oleh Real Madrid, klub seteru Barcelona di Liga Spanyol. Di klub-klub lain pun terjadi ‘kekacauan’ jika pemain bintang mereka hengkang.

Sejak Cristiano Ronaldo, memakai nomor punggung 7 di Real Madrid, hengkang ke Juventus, klub sepakbola di Italia, prestasi Los Blancos terus merosot. Kondisi yang jauh berbeda ketika Ronaldo bermain dalam laga-laga liga dan Eropa. Setelah putaran pertandingan yang ke-20 Madrid tertahan di posisi ketiga klassemen sementara dengan nilai 36 di bawah Atletico Madrid (41) dan pemuncak Barcelona (46).

Sebaliknya, posisi Juventus di Liga Italia ‘nyaris’ tak terdekati klub lain. Dengan nilai 56 dari 20 laga Juve ada di puncak klasemen sementara. Di peringkat kedua Napoli (47) disusul Inter Milan (40). Posisi Juve ini tidak lepas dari peran Ronaldo yang juga memakai kostum nomor 7 di Juve.

Nasib Madrid jadi salah satu bukti jika mengandalkan kekuatan klub kepada satu pemain. Paris Saint-Germain (PSG) di Perancis, misalnya, mendatangkan bintang Neymar Jr dari Barcelona dengan nilai transfer yang fantastis (222 juta euro atau setara dengan Rp 3,4 triliun) untuk mendampingi Edinson Cavani dan Kylian Mbappe di ujung tombak penyerang.

Nasib Barcelona dengan nama julukan Blaugrana pun bisa sesuram Madrid jika Messi tidak bermain. Ketika menghadapi Sevilla pada laga leg pertama perempat final Copa del Rey di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan  (23/1-2019) tanpa Messi Barca ditekuk Sevilla 2-0.

Bukan hanya pada laga itu, tapi dalam beberapa pertandingan tanpa Messi Barca sering kedodoran. Itu artinya tanpa Messi di ujung tombak Barca sulit memetik kemenangan bahkan sebaliknya terancam kalah.

Agaknya, Madrid tidak pernah berpikir Ronaldo akan hengkang sehingga klub itu tidak memperhitungkan ‘kekuatan’ klub tanpa CR7. Alasan Ronaldo pindah ke Juve tentulah karena hal yang sangat mendasar yang tidak mungkin terungkap ke publik. Tidak jelas pula upaya klub menahan Ronaldo. Kelihatannya gaji tidak bisa menahan Romaldo karena Madrid sekarang jadi klub terkaya di Eropa mengalahkan Manchester United.

Bisa jadi petinggi Barca sudah melihat ‘nasib’ Madrid setelah ditinggal mega bintang mereka. Maka, bisa jadi pelatih Ernesto Valverde utak-atik susunan pemain al. dengan tidak memasukkan Messi dalam tim. Paling tidak kekalahan Barca dari Sevilla jadi batu sandungan bagi pelatih Barca untuk mengabaikan peran sentral Messi.

Di Manchester United, misalnya, dulu memang selalu ada bintang tapi tetap ada ‘pelapis’ sehingga tanpa pemain bintang pun mereka bisa memetik kemenangan. Tim yang berlaga adalah kesebelasan yang menunjukkan ada 11 pemain yang saling mendukung. Nah, ketika dari 11 pemain itu hanya 1 pemain yang diandalkan, maka 10 pemain lain pun akan ‘lumpuh’ ketika 1 pemain yang diandalkan tidak ikut berlaga di lapangan hijau.

Besar kemungkinan petinggi Barca sudah mulai berpikir tentang masa depan klub itu jika Messi tidak bermain (lagi) untuk Barca. Itu artinya masa depan Barca tergantung kepada langkah Messi. Ketidakpastian masa depan Barca kian suram jika tidak segera ada pengganti Messi atau menjadikan 11 pemain sebagai ‘bintang’ (dari berbagai sumber). * [kompasiana.com/infokespro] *

Be the first to comment

Leave a Reply