‘Instagram Rich Kid’ Dihukum di London

Topi-topi dari kulit ular piton yang diimpor oleh Stephanie Scolaro dari Indonesia. Topi-topi ini disita oleh polisi dan dijadikan sebagai barang bukti. (Sumber: BBC Indonesia/METROPOLITAN POLICE)

*Impor aksesori piton dari Indonesia yang ‘dikuliti hidup-hidup’

Seorang anak taipan di London yang punya pengikut lebih dari 100.000 di Instagram dihukum kerja sosial 160 jam karena mengimpor topi dan tas yang terbuat dari kulit ular piton secara ilegal.

London, Baranews.co – Berbagai laporan yang mengutip jalannya persidangan di Pengadilan Southwark Crown Court, London, menyebutkan aksesori tersebut terbuat dari ular piton yang diimpor dari Indonesia.

Hakim Michael Gledhill yang memimpin sidang menggambarkan terdakwa bernama Stephanie Scolaro, sebagai perempuan muda yang “sangat egois”, yang selalu memikirkan dirinya sendiri dan “tak peduli dengan nasib orang lain”.

“Bagaimana ular-ular ini dikuliti hidup-hidup, bahwa ular-ular ini (adalah spesies yang) terancam, itu tidak ia pikirkan sama sekali. Yang ia pikirkan adalah bagaimana mendapatkan (kulit ular sebagai) aksesori untuk dijual,” kata Gledhill saat membacakan putusan.

“Saya berharap Anda mestinya melakukan riset sehingga Anda tersadarkan bahwa Anda sebenarnya mengimpor spesies yang terancam. Mereka yang paham pasti akan tahu bahwa binatang-binatang eksotis besar kemungkinan terancam dan perdagangannya diatur secara ketat,” kata Gledhill.

Vonis dikeluarkan pada Senin (21/01). Hakim tidak menjatuhkan hukuman penjara, tapi mewajibkan Scolaro melakukan kerja sosial selama 160 jam.

Hakim juga mengatakan Scolaro “perlu bimbingan” dalam menjalani hidup.

Stephanie Scolaro INSTAGRAM/STEPHYSCOLARO
Stephanie Scolaro mengunggah fotonya yang diambil di Monaco.

Nilai paket dari Indonesia senilai Rp 313 juta

Dalam wawancara dengan surat kabar Inggris The Sun, Scolaro membantah anggapan bahwa ia adalah “pembunuh binatang”. Ia mengatakan kasusnya mendapat perhatian besar “karena punya banyak pengikut dan juga karena gaya hidupnya”.

“Saya merasa menjadi sasaran … tapi orang juga harus tahu, kita melakukan kesalahan. Saya juga manusia, tak ada manusia yang sempurna,” kata Scolaro.

Scolaro menyebut dirinya sebagai model. Warga London berusia 26 tahun ini adalah anak konglomerat tambang asal Italia Francesco Scolaro.

Di akun Instagram, ia sering mengunggah foto-fotonya di berbagai tempat di dunia. Ia mengatakan sering bepergian dengan menggunakan pesawat pribadi.

Mereka yang berasal dari keluarga kaya dan mengunggah foto-foto gaya hidup mewah di media sosial biasa disebut “The Rich Kids of Instagram”.

Kasus impor ilegal aksesori dari kulit ular piton Indonesia yang dilakukan Scolaro terungkap ketika pihak berwenang mencurigai paket dari Indonesia yang ditujukan ke alamat keluarga Scolaro di London namun dikirim melalui bandar udara Leipzig di Jerman pada 7 November 2016.

Paket ini dibuka oleh petugas bea cukai Jerman dan diketahui ada sepuluh topi dan dua tas yang terbuat dari kulit piton. Nilai paket ini diperkirakan £17.000 atau sekitar Rp313 juta.

Selain melalui online, Scolaro menjual aksesori dari kulit ular di satu toko di pusat kota London dan satu kawasan di London tenggara.

Saat investigasi dilakukan, aparat penegak hukum menemukan setidaknya 35 topi dan beberapa tas, yang dijual £2.800 atau Rp51,6 juta per satu barang.

Untuk topi, jaksa mengatakan, dijual antara £185 hingga £450 per satu topi.

Sarah Bailey dari unit kejahatan satwa liar di Kepolisian London mengatakan ular piton adalah salah satu satwa yang dilindungi berdasarkan perjanjian internasional.

“Tak bisa tidur”

“Perdagangan yang dilakukan di luar mekanisme yang disepakati mengacam status konservasi binatang ini yang ada di alam liar,” kata Bailey.

Stephanie Scolaro mengatakan sulit tidur saat menghadapi kasus ini.

“Hakim mengatakan, saya orang yang egois. Saya bukan orang seperti itu. Saya senang membantu orang lain … juga saya ini penyayang binatang. Saya bahkan tak bisa menyakiti seekor lalat. Saya selalu menentang kekejaman terhadap binatang,” kata Scolaro kepada The Sun.

Tas kulit piton                                   METROPOLITAN POLICE
                                   Tas kulit piton yang disita oleh polisi.

Ia mengaku tidak tahu bahwa ular piton termasuk binatang yang dilindungi.

Di persidangan, ia mengaku bersalah atas dua dakwaan dan divonis melakukan kerja sosial selama 160 jam yang harus dilakukan dalam periode dua tahun ke depan.

Situs pemerintah Inggris menjelaskan kerja sosial bisa berupa membersihkan grafiti, membersihkan sampah, atau melakukan dekorasi di tempat-tempat tertentu sehingga menjadi lebih indah.

Selama melakukan kerja sosial, narapidana harus mendapatkan pengawasan.

Lokasi untuk melakukan kerja sosial ini biasanya berada di lingkungan tempat tinggal yang bersangkutan dan ia wajib mengenakan rompi berwarna oranye terang.

Koran-koran Inggris mengangkat kasus ini antara lain dengan judul “Model Instagram egois Stephanie Scolaro terhindar dari penjara karena mengimpor topi kulit piton”, oleh The Times, dan Independent dengan judul, “Rich kid of Instagram dikecam hakim sebagai sangat egois setelah mengimpor topi impor dari kulit piton.” (BBC News Indonesia/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply