LIGA INGGRIS: ”Audisi” Solskjaer

Manajer sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (kiri), berdiskusi dengan asisten pelatih Michael Carrick saat MU melawat ke Stadion St James’ Park menghadapi Newcastle United, Kamis (3/1/2019) dini hari WIB. MU menang empat kali beruntun di bawah Solskjaer, yang berharap posisinya menjadi permanen. (Sumber: Kompas/REUTERS/SCOTT HEPPELL)

London, Baranews.co– Pelatih sementara Manchester United Ole Gunnar Solskjaer menghadapi ujian besar pertama di kandang Tottenham Hotspur. Solskjaer perlu membuktikan bahwa ia layak menjadi pelatih tetap.

Pelatih sementara Manchester United Ole Gunnar Solskjaer seperti mengikuti audisi pelatih ketika bertemu Tottenham Hotspur di Stadion Wembley, London, Minggu (13/1/2019) pukul 23.30 WIB. Tidak hanya menghadapi tim peringkat tiga besar klasemen Liga Inggris untuk pertama kali, Solskjaer juga menghadapi pelatih yang berpotensi merebut posisinya.

Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino merupakan kandidat kuat pelatih MU pada musim depan. Adapun Solskjaer, yang masih terikat kontrak sebagai pelatih klub Molde di Norwegia, ditunjuk untuk melatih MU hingga akhir musim ini.

Solskjaer kemudian berharap bisa menjadi pelatih tetap di MU, klub yang pernah ia bela selama 11 musim saat berkarier sebagai pemain. Oleh karena itu, Solskjaer ingin membuktikan bahwa ia lebih baik dari Pochettino.

Namun, laga ini jelas tidak mudah bagi Solskjaer yang selama ini baru menghadapi empat tim papan bawah di Liga Inggris dan satu tim papan bawah di Divisi Championship pada laga Piala FA. Sebanyak 16 gol berhasil dicetak MU dalam lima kemenangan terakhir.

”Sepertinya kami tidak akan memiliki banyak peluang gol lagi seperti pada laga-laga sebelumnya,” kata Solskjaer mengenai laga di Wembley nanti. Cara terbaik yang bisa ditempuh skuad ”Setan Merah” itu adalah berusaha tidak kehilangan bola dan memanfaatkan seluruh area lapangan.

Spurs, yang kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 48 poin, sangat jeli melihat celah pertahanan lawan. Pochettino memiliki duet penyerang tajam, Harry Kane dan Son Heung-min, yang bisa bergerak cepat ketika lawan lengah.

Chelsea merupakan tim terakhir yang harus menanggung derita karena membiarkan Kane mendapat ruang. Pada laga pertama semifinal Piala Liga Inggris, Rabu lalu, Chelsea kalah 0-1 dari Spurs.

Namun, mantan penyerang MU, Dimitar Berbatov, mengatakan, MU beruntung karena lebih bugar. Ketika Spurs menghadapi Chelsea, para pemain MU pergi ke Dubai untuk berlatih dan bersenang-senang.

”Apabila MU cerdik, bisa menguasai permainan, meningkatkan tempo, dan mengeksploitasi setiap ruang yang ada, mereka berpeluang mengalahkan Spurs. Kedua tim harus cerdik,” kata Berbatov.

Kemenangan MU atas Spurs sangat penting jika Solskjaer ingin mengangkat MU ke posisi empat besar. Saat ini, mereka berada di peringkat keenam dengan 38 poin. Jika gagal finis di empat besar klasemen, Solskjaer bisa saja menjadi musuh di Old Trafford karena MU gagal meraih tiket Liga Champions musim depan.

Pochettino jelas menyadari adanya motivasi besar di belakang Solskjaer. ”Tentu ini tantangan besar Solskjaer sebagai pelatih di MU. Namun, saya juga menghadapi tantangan besar sebagai pelatih Spurs,” ujarnya.

Arsenal kalah

MU semakin berpeluang naik ke peringkat lima besar karena Arsenal kalah 0-1 dari West Ham United, Sabtu (12/1). Gol tunggal West Ham dicetak Declan Rice pada menit ke-48.

Arsenal kini masih di peringkat kelima dengan 41 poin. ”Kami mudah kehilangan bola dan sebenarnya bisa bangkit pada babak kedua, tetapi mereka mencetak gol dan mengubah permainan,” kata Pelatih Arsenal Unai Emery seperti dilansir laman “BBC“. (AP/AFP/REUTERS/DEN)/Kompas cetak

Be the first to comment

Leave a Reply