Mogok Makan Anggota Parlemen Turki Pro-Kurdi Masuki Hari ke 64

Seorang anggota parlemen yang ditahan dari Partai Demokrat Rakyat (HDP) yang pro-Kurdi di Turki menderita kondisi medis yang mengancam jiwanya aibat aksi mogok makannya yang telah memasuki hari ke 64, menurut partai HDP, Kamis (10/1).

Leyla Guven, (55 tahun), telah melancarkan mogok makan sejak 8 November 2018 lalu.

Baranews.co – Seorang anggota parlemen yang ditahan dari Partai Demokrat Rakyat (HDP) yang pro-Kurdi di Turki menderita kondisi medis yang mengancam jiwanya aibat aksi mogok makannya yang telah memasuki hari ke 64, menurut partai HDP, Kamis (10/1).

Leyla Guven, 55, melancarkan mogok makan sejak 8 November lalu sebagai bentuk protes atas kondisi pemenjaraan pemimpin Kurdi Abdullah Ocalan.

Abdullah Ocalan adalah salah satu pendiri Partai terlarang, yakni Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang melakukan pemberontakan berdarah terhadap negara Turki sejak tahun 1984. Partai tersebut masuk daftar hitam sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya.

Dia telah menjalani hukuman seumur hidup karena pengkhianatan di penjara pulau dekat Istanbul sejak penangkapannya pada tahun 1999.

Leyla Guven meluncurkan tindakannya untuk menekan pemerintah agar mengizinkan pengacara dan anggota keluarga mengunjungi Ocalan.

Dia ditangkap pada Januari 2018 karena kritiknya terhadap operasi militer Turki terhadap pasukan milisi Kurdi di Suriah dan dipenjara di kota Diyarbakir yang mayoritas Kurdi

Aksi mogok makan Leyla Guven didukung oleh sejumlah tahanan di penjara-penjara di seluruh Turki, akibatnya kini ia tidak lagi dapat mengkonsumsi cairan, termasuk air.

Aksi mogok makan di Turki biasanya mengonsumsi air gula atau garam dan vitamin untuk membantu aksi puasa berkepanjangan mereka.

Partai HDP mengatakan Leyla tidak dapat bertemu dengan pengacaranya karena dia tidak sanggup berjalan ke ruang kunjungan. (voaindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*