Gunung Agung Kembali Meletus, Tinggi Kolom Abu Tidak Teramati

Api membakar hutan lereng Gunung Agung setelah terjadinya lontaran batu pijar dari kawah, terlihat dari Desa Culik, Karangasem, Bali, Selasa (3/7/2018). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya erupsi Gunung Agung dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter yang disertai lontaran batu pijar sejauh dua kilometer. (Sumber: kompas.com/ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA)

Denpasar, Baranews.co – Gunung Agung yang terletak di Karangasem Bali kembali meletus pada Kamis (10/1/2019) pukul 19.55 WITA.

Berdasarkan catatan yang terekam di Pos Pemantauan gunung api Agung di Desa Rendang, erupsi terekam seismograf dengan durasi kurang lebih 4 menit. Dimana amplitudo maksimum 22 mm.

Namun, tinggi kolom abu tidak teramati karena puncak gunung tertutup kabut.

Gunung Agung sendiri masih berada status Level III (Siaga) dengan zona perkiraan bahaya pada radius 4 km dari puncak kawah.

Baik warga, pendaki maupun pengunjung dihimbau tidak beraktifitas dalam zona bahaya tersebut.

Selain itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder.

Bahaya sekunder tersebut berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (Kontributor Bali, Robinson Gamar/kompas.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply