PIALA FA INGGRIS: Pengorbanan ”The Reds” untuk Gelar

Manajer Liverpool Jurgen Klopp menghibur pemain tengah Liverpool asal Swiss, Xherdan Shaqiri, usai kalah pada laga putaran ketiga Piala FA Inggris melawan Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, Wolverhampton, Inggris, Senin (7/1/2019), waktu setempat. Wolverhampton memenangkan pertandingan 2-1. (Sumber: Kompas/AFP/ PAUL ELLIS)

Wolverhampton, Inggris, Baranews.co – Butuh sebuah pengorbanan untuk mewujudkan mimpi besar. Kalimat mutiara itu dipraktikkan Liverpool FC saat disingkirkan Wolverhampton Wanderes di babak ketiga Piala FA, 1-2, Selasa (8/1/2019) dini hari WIB.

Kegagalan di kandang Wolverhampton itu jadi rekor terburuk ”The Reds” dalam partisipasinya di Piala FA sewindu terakhir. Kekalahan tersebut juga membuat Liverpool harus berpuasa trofi tertua di Inggris itu pada dekade ini. Hal langka ini hanya pernah sekali terjadi, yaitu pada dekade 1950-an.

Namun, Manajer Liverpool Juergen Klopp enggan meratapi kekalahan itu. Kegagalan di Stadion Molineux itu dianggap ”tumbal” untuk meraih target dan mimpi yang lebih besar, yaitu mahkota Liga Inggris yang nyaris tiga dekade tidak pernah lagi mereka raih.

GETTY IMAGES

Juergen Klopp

Untuk pertama kali sejak musim 1989-1990, Liverpool punya peluang sangat besar meraih trofi juara Liga Inggris. Pemuncak klasemen Liga Inggris musim ini tersebut unggul empat poin atas pesaing terberatnya, Manchester City.

”Berbicara soal gelar juara, sulit untuk meraih semuanya (empat trofi dalam semusim). Jika kami menjuarai Piala FA, orang-orang bakal berkata itu tidak akan cukup. Kami belum memenangi Liga Inggris,” ujar Klopp, dikutip The Guardian.

Pelatih asal Jerman itu memilih mengistirahatkan hampir semua pemain utamanya, termasuk trisula penyerang Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Roberto Firmino. Ketiganya, khususnya Salah dan Firmino yang rutin tampil di semua atau 28 laga Liverpool musim ini, butuh memulihkan energi mereka.

Alan Shearer, legenda sepak bola Inggris, menilai, Klopp telah berjudi dengan melakukan rotasi ekstrem dan menurunkan tiga pemain yunior sebagai debutan pada laga itu. Salah satu pemain, yaitu bek Ki-Jana Hover, bahkan mengukir sejarah, yaitu sebagai pemain Liverpool termuda yang tampil di Piala FA, yakni usia 16 tahun.

”Musim ini saya terbiasa melihat Liverpool berupaya untuk memenangi semua trofi. Lantas, mengapa hal itu harus berubah hari ini? Dia (Klopp) naif dengan mengharapkan para pemain (rotasi) ini. Nyatanya, mereka tampil menyedihkan,” kritik Shearer lewat Twitter-nya.

Pada laga itu, Divock Origi dan Daniel Sturridge yang dipercaya sebagai duet penyerang tampil buruk. Keduanya hanya membuat satu sentuhan dan operan di kotak penalti lawan pada babak pertama. Penampilan keduanya membaik pada babak kedua, dibuktikan lewat gol Origi pada menit ke-51.

Namun, gol itu tidak cukup karena lawannya, yang berjuluk ”Wolves”, mampu mengemas dua gol lewat Ruben Nevez dan Raul Jimenez. Keduanya merupakan penyerang andalan alias pemain utama Wolves.

Menariknya, mayoritas fans Liverpool bisa memaklumi kekalahan itu. Dalam survei Liverpool Echoe, sebanyak 70 persen responden yang merupakan fans The Reds setuju jika Klopp merotasi pemainnya saat itu.

Skuad The Reds saat ini dianggap belum semewah rivalnya, City. Jurang kualitas antara tim utama dan pelapis masih terlihat jelas di The Reds. Di sektor bek sayap kanan, misalnya, Liverpool tidak lagi punya pelapis dari Trent Alexander-Arnold menyusul hengkanya Nathaniel Clyne ke Bournemouth, pekan ini.

Kondisi itu sedikit berbeda dengan City, tim yang melumat Rotherham United, 7-0, pada babak ketiga Piala FA. Salah satu tim terkaya di Inggris yang diberkahi skuad mendalam itu juga tampil dengan tim pelapis pada laga tersebut.

Tak ayal, The Reds kini bisa lebih fokus mengejar trofi Liga Inggris dan Liga Champions menyusul kegagalan pada Piala FA. Klub Merseyside itu sebelumnya juga tersingkir pada Piala Liga, kompetisi ketiga di sepak bola Inggris.

”(Kegagalan ) Piala FA adalah pengorbanan yang layak. Pada musim-musim sebelumnya, Piala FA adalah kesempatan kedua meraih trofi setelah gagal di Liga Inggris dan (kompetisi) di Eropa. Musim ini The Reds tidak butuh kesempatan kedua. Mereka punya kesempatan pertama (mengejar trofi Liga Inggris),” tulis Liverpool Echoe.

Piala FA kini mencapai babak keempat. Laga sengit, yaitu Arsenal kontra Manchester United, mewarnai babak 32 besar itu yang akan digelar 25-28 Januari. (JON)/Kompas Cetak

Be the first to comment

Leave a Reply