TENIS: Petenis Pun Berburu Suvenir Roger Federer

Roger Federer memukul bola tenis yang telah ditandatangani ke arah penonton setelah mengalahkan petenis Jerman, Alexander Zverev, pada final turnamen tenis beregu campuran Piala Hopman di Perth, Australia, 5 Januari 2019. Berbagai suvenir terkait dengan Federer menarik minat penggemar tenis untuk mengoleksinya. (Sumber: Kompas/GETTY IMAGES/WILL RUSSELL)

Roger Federer bukan hanya magnet bagi penggemar tenis. Peraih 20 gelar grand slam itu pun memikat petenis lain hingga apa yang digunakan Federer di lapangan bisa jadi cendera mata.

Meminta tanda tangan, ban lengan, atau ikat kepala menjadi kebiasaan penggemar seusai menyaksikan pertandingan tenis. Suvenir dari sang bintang ternyata tak hanya berharga bagi penggemar, tetapi juga bagi petenis lain.

Hati Maria Sakkari, petenis putri Yunani, berbunga-bunga saat mengalahkan maestro tenis putra asal Swiss, Roger Federer. Momen itu terjadi pada kejuaraan tenis beregu campuran Piala Hopman yang digelar di Perth, Australia, 31 Desember 2018-5 Januari 2019.

Dalam nomor ganda campuran, Sakkari yang berpasangan dengan petenis muda peringkat 15 dunia, Stefanos Tsitsipas, mengalahkan Federer/Belinda Bencic, 4-3 (4), 2-4, 4-3 (3). Itu menjadi satu- satunya kekalahan Federer/Bencic, yang akhirnya mempertahankan gelar juara, dalam empat pertandingan di Perth Arena.

Kemenangan itu ditandai dengan Sakkari yang bermain gemilang, salah satunya ketika menciptakan winner pada poin terakhir. Sakkari mendapatkan poin itu ketika mengembalikan servis Federer.

”Saya tidak tahu bagaimana melakukannya. Sepanjang pertandingan, rasanya hanya dua kali saya bisa mengembalikan servis Federer. Tetapi, pengembalian kedua terjadi pada momen penting, bisa menghasilkan poin terakhir,” tuturnya.

Setelah bersalaman dengan sang legenda tenis yang merupakan idolanya itu, Sakkari menyadari bahwa Federer meninggalkan handuk di kursinya saat meninggalkan lapangan. Sambil bercanda dengan Tsitsipas, Sakkari berjalan menuju kursi Federer, mengambil handuk, dan memasukkannya ke dalam tas sambil tertawa.

Menyadari keberuntungan yang didapat rekannya, Tsitsipas kecewa karena kalah cepat dari Sakkari. Momen itu ramai diperbincangkan dalam media sosial.

Mantan petenis putra Amerika Serikat, James Blake, yang menjadi komentator pertandingan tersebut untuk Tennis TV, memahami perasaan Sakkari karena berhasil memiliki handuk Federer sebagai suvenir.

”Saya juga pernah melakukan hal yang sama setelah melawan Federer di final Piala Masters 2006. Saya masih menggunakan handuk itu sampai sekarang,” kata Blake.

Sepuluh tahun setelah peristiwa itu, Blake yang pensiun sebagai petenis pada 2013, mengunggah foto handuk bertuliskan Roger Federer yang didapatnya dari Piala Masters.

Piala Hopman 2019 juga diwarnai kejadian menarik lain ketika Federer bertanding melawan Serena Williams untuk pertama kali. Dalam pertandingan yang dinanti para penggemar tenis itu, Federer/Bencic mengalahkan Francea Tiafoe/Serena, 4-2, 4-3 (3).

Seusai pertandingan yang disaksikan 14.064 penonton itu—jumlah terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Hopman sejak 1989—Federer dan Serena berswafoto. Masing-masing membawa raket milik Federer. Seusai foto bersama yang disebut ”swafoto terhebat” itu, Federer memberikan raket Wilson yang juga merupakan sponsor Serena.

”Serena hendak mengembalikan raket itu, tetapi saya katakan raket itu untuknya. Saya tidak tahu, raket itu dia tinggalkan atau dibawa, yang pasti saya memberikannya kepada Serena,” kata Federer dikutip dari Daily Express.

Serena ternyata menyimpan raket tersebut. Dia, bahkan, mempertimbangkan untuk memakainya pada Grand Slam Australia Terbuka, 14-27 Januari mendatang.

Federer sendiri juga memiliki kenang-kenangan dari Wimbledon 2009. Dia menjadi juara setelah di final mengalahkan Andy Roddick, 5-7, 7-6 (6), 7-6 (5), 3-6, 16-14.

”Saya menyimpan net dari final Wimbledon 2009. Saat ini masih tersimpan di satu sudut rumah. Suatu saat, saya ingin memajangnya di dinding, tetapi tentu butuh dinding yang besar dan panjang, ha-ha-ha,” ujar petenis yang telah meraih 20 gelar grand slam itu. (YULIA SAPTHIANI/Kompas Cetak).

Be the first to comment

Leave a Reply