3 Alasan Utama Resolusi Tahun Baru Selalu Gagal

Hanya saja, dari resolusi-resolusi yang pernah dibuat tahun sebelumnya, berapa banyak yang benar-benar meraihnya atau setidaknya berusaha mencapainya?

Baranews.co – Tahun baru biasanya dimulai dengan membuat resolusi seperti sebuah tradisi tahunan.

Hanya saja, dari resolusi-resolusi yang pernah dibuat tahun sebelumnya, berapa banyak yang benar-benar meraihnya atau setidaknya berusaha mencapainya?

Di pengujung tahun, banyak orang yang meratapi bagaimana resolusi mereka tak tercapai atau bahkan gagal. Kegagalan ini bukan hanya soal Anda tak berusaha cukup keras, tapi juga ada beberapa alasan lain.

Psikoterapis Jonathan Alpert mengatakan kepada Business Insider bahwa ada tiga alasan mengapa resolusi Tahun Baru terus-menerus gagal.

“Orang seringkali membuat resolusi yang tak spesifik, kata-katanya terlalu negatif, dan tak relevan dengan individu,” katanya.

Selain itu, alasan lainnya adalah karena tidak menetapkan tujuan yang tepat.

1. Resolusi tak cukup spesifik
Salah satu alasan terbesar orang bisa gagal menjalankan resolusi Tahun Baru adalah karena mereka tak cukup spesifik merinci resolusi mereka.

Contoh kasusnya misalnya punya resolusi untuk lebih sering berolahraga atau menurunkan berat badan. Ini adalah resolusi yang kerap dibuat banyak orang, khususnya perempuan. Namun ini juga resolusi yang sering gagal. Pasalnya, Anda tak punya ukuran untuk menandai kemajuan dan perkembangan resolusi Anda dan menakar keberhasilannya.

Demi membuatnya jadi lebih spesifik, Anda bisa membuat target penurunan berapa kilo di tanggal atau bulan tertentu.

“Lebih mudah untuk gagal ketika Anda menetapkan tujuan dan resolusi yang tak jelas,” kata Alpert.

“Ketika Anda membuatnya jadi lebih detail maka tingkat keberhasilannya jadi lebih tinggi.”

2. Terlalu negatif
Masalah lain yang sering menyebabkan gagalnya resolusi adalah karena kebanyakan orang membungkusnya dalam bahasa yang negatif.

Ketika beresolusi untuk berhenti makan junk food maka ini akan jadi hal yang sulit karena bakal jadi bumerang untuk Anda. Alih-alih benar-benar bisa tak lagi makan junk food, Anda malah bakal terus memikirkannya.

Cobalah untuk membingkai resolusi Anda dalam bahasa yang lebih positif.

“Pembicaraan kita dengan diri sendiri akan berdampak pada tindakan dan perilaku kita,” kata Alpert.

“Kita perlu ‘memberi makan’ diri kita sendiri dengan pembicaraan yang positif. Alih-alih mengatakan pada diri sendiri ‘jangan makan makanan cepat saji,’ sebaiknya katakan pada diri sendiri untuk makan wortel, sayur, dan makanan sehat.’.”

3. Resolusinya bukan buat Anda
Kendala terbesar lain yang membuat Anda lebih sering gagal saat membuat resolusi adalah karena resolusi Anda tidak mencerminkan apa yang Anda inginkan.

Alpert mengungkapkan bahwa terkadang orang membuat resolusi yang berhubungan dengan harapan orang terhadap Anda.

“Resolusi harus dibuat untuk individu,” kata Alpert.

“Seringkali, orang dipengaruhi oleh teman-teman, keluarga, dan apa yang mereka lihat di masyarakat. Saya pikir penting bagi orang untuk menetapkan tujuan untuk diri mereka sendiri bukan orang lain.” (cnnindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*