JERMAN: Menang Penghargaan, Jurnalis “Der Spiegel” Ternyata Buat Reportase Palsu

Sumber: dw.com

Majalah berita terbesar Jerman “Der Spiegel” mengungkap pemalsuan reportase oleh wartawannya, Claas Relotius. Reporter dengan karir cemerlang itu baru saja menang penghargaan bergengsi.

Baranews.co – Claas Relotius, 33 tahun, meniti karir gemilang di majalah berita ternama Jerman “Der Spiegel”. 3 Desember lalu dia memenangkan penghargaan bergengsi German Reporter Award 2018 dengan reportasenya mengenai bocah Suriah di pengungsian. Ternyata, laporan itu penuh kutipan, potongan wawancara, penggambaran lokasi dan nara sumber yang kemungkinan besar fiktif.

Majalah Der Spiegel sendiri yang pada Rabu (19/12) mengungkapkan pemalsuan reporternya, yang sekarang sudah dipecat. Claas Relotius sudah bekerja 7 tahun untuk Der Spiegel, awalnya sebagai wartawan lepas. Dia memenangkan beberapa penghargaan jurnalistik.

Der Spiegel mengatakan, mereka minggu lalu mengkonfrontasi Claas Relotius dengan hasil investigasi internal, dan dia akhirnya mengaku telah menulis sekitar 14 reportase fiktif. Tapi Der Spiegel tidak yakin dengan keterangan itu dan sekarang membentuk komisi khusus yang memeriksa sekitar 70 reportase Claas Relotius yang ditulis untuk majalah itu.

Der Spiegel meminta maaf kepada publik atas berita-berita palsu itu dan mengatakan, kasus ini menandai “titik terendah dalam 70 tahun sejarah majalah ini”.

SPIEGEL ONLINE English

@SPIEGEL_English
In recent years, DER SPIEGEL published just under 60 articles by reporter and editor Claas Relotius. He has now admitted that, in several instances, he either invented stories or distorted facts. http://www.spiegel.de/international/the-relotius-case-answers-to-the-most-important-questions-a-1244653.html 

The Relotius Case: Answers to the Most Important Questions – SPIEGEL ONLINE – International

In recent years, DER SPIEGEL published just under 60 articles by reporter and editor Claas Relotius. He has now admitted that, in several instances, he either invented stories or distorted facts.

spiegel.de

Kolega merasa “aneh” dengan hasil reportase

Pemalsuan berita dan reportase itu terungkap setelah salah satu jurnalis Der Spiegel, Juan Moreno, curiga dengan hasil reportase mengenai situasi di perbatasan AS-Mexico. Dia memang sempat melakukan riset bersama Claas Relotius untuk reportase itu. Tapi banyak hal yang kemudian ditulis oleh Claas Relotius dirasa “aneh” oleh Juan Moreno.

Juan Moreno lalu memberitahu kantor pusat der Spiegel di Hamburg tentang keraguannya dan melakukan investigasi untuk mengklarifikasi tempat dan nara sumber yang disebutkan dalam reportase itu. Ternyata banyak yang fiktif. Ketika dikonfrontasi dengan fakta-fakta itu, Claas Relotius tadinya membantah telah membuat reportase fiktif. Namun ketika makin banyak fakta terungkap, dia akhirnya mengaku.

“Menurut pengakuannya sendiri, ada sedikitnya 14 artikel” yang difabrikasi, kata der Spiegel dan menambahkan: “Apa mungkin lebih banyak dari itu?” Der Spiegel mengatakan, Claas Relotius melakukan pemalsuan itu “dengan sadar” dan “secara metodis”.

Spiegel-Reporter Claas Relotius (picture alliance/Eventpress)Claas Relotius

Otokritik Der Spiegel

Fakta bahwa Relotius telah menulis banyak kutipan palsu, penggambaran individu dan adegan-adegan serta lokasi yang fiktif.. dan hal itu tidak terdeteksi selama bertahun-tahun, melemparkan pertanyaan tentang kelemahan organisasi internal kami yang harus segera kami atasi”, tulis der Spiegel di situs onlinenya.

Claas Relotius sendiri ketika ditanya mengapa dia melakukan itu menanggapi, “hal itu tidak terlalu sulit dilakukan”, dan idia melakukan itu karena “rasa takut akan kegagalan”. Dia mengatakan, setelah memenangkan beberapa penghargaan, dia merasakan tekanan yang meningkat untuk menghasilkan reportase yang bagus.

“Kami masih belum bisa memperkirakan seberapa besar dimensi kasus ini secara keseluruhan, namun kami memutuskan untuk mengungkapnya saat ini kepada publik. Kami sekarang baru memulai peemriksaan tuntas kasus ini dan mebentuk satu komisi yang akan melakukan pemeriksaan rinci. Karena kami ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa itu terjadi, sehingga hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan. Kami punya banyak pertanyaan kepada kami sendiri, dan jawabannya mungkin akan mengubah banyak hal di perusahaan kami,” tulis der Spiegel. [hp/rzn (Der Spiegel, dpa, epd)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply