Setiap Minggu Satu Warga Tasmania Meninggal Akibat Overdosis Narkoba

"Kami bisa menghapus pasokan obat-obatan terlarang dan membantu menyelamatkan nyawa warga Tasmania," kata kepala Crime Stoppers, David Daniels. (Sumber: ABC News/AAP: Melanie Foster)

Data terbaru menunjukkan, setiap minggunya sekitar satu orang di Tasmania meninggal sebagai akibat langsung dari overdosis obat-obatan terlarang. Hobart dan wilayah sekitarnya memiliki tingkat kematian akibat narkoba kedua tertinggi di Australia.

Baranews.co – Data terbaru dari Biro Statistik Australia menunjukkan ada 52 kematian akibat narkoba di Tasmania pada tahun 2016.

Dari 52 kematian, 27 di antaranya berada di wilayah Hobart dan sekitarnya.

Poin utama:

• Tahun lalu, sebanyak 52 warga Tasmania meninggal akhibat narkoba

• Dalam kampanye terbaru, polisi setempat menarget pengedar narkoba

• Tasmania didesak untuk “memberantas pengedar narkoba”

Ketua lembaga Crime Stoppers wilayah Tasmania, David Daniels, menunjukkan bahwa, kini, lebih banyak orang Tasmania meninggal karena overdosis narkoba daripada karena kecelakaan lalu lintas.

“Ini bukan hanya sangat menyedihkan tetapi menjadi perhatian utama,” katanya.

“Untuk melihat ini dengan perspektif, kematian akibat narkoba bahkan lebih tinggi dari kematian akibat kecelakaan lalu lintas dengan 36 warga Tasmania tewas di jalanan kami pada tahun 2016.”

“Yang paling menyedihkan adalah bahwa kematian yang disebabkan oleh narkoba bisa dihindari.”

Resep di pasar gelap berbahaya

Laporan Penyebab Kematian Australia yang diterbitkan ABS menunjukkan bahwa kematian yang disebabkan oleh obat-obatan terlarang bertanggung jawab atas 11,5 per 100.000 kematian di Hobart dan sekitarnya, tingkat tertinggi di Australia, sementara Perth ada di peringkat berikutnya dengan 9,8 per 100.000.

Statistik tersebut tak mencakup alkohol dan tembakau, tetapi meliputi obat resep dan obat bebas.

Data itu menunjukkan, secara nasional sekitar 68 persen kematian adalah hasil dari obat resep seperti Temazepam, Codeine, dan Oxycodone.

Bos regu narkoba Tasmania, Detektif Inspektur Colin Riley, mengatakan polisi sadar ada pasar gelap dalam obat resep di Tasmania.

“Obat-obatan itu bukan hanya obat-obatan terlarang, melainkan pengalihan obat yang diresepkan … jika Anda melihat demografi Tasmania, kami memiliki populasi yang lebih tua dan ada obat resep yang berpotensi dialihkan ke penggunaan ilegal,” kata Detektif Riley.

“Jadi kami mencari di seluruh spektrum penggunaan narkoba.”

“Itu, secara anekdot adalah kasus pengalihan untuk menghasilkan uang dan juga pencurian – ada sedikit dari keduanya.”

Namun polisi mengatakan kekhawatiran yang berkembang adalah penggunaan sabu ilegal di negara bagian itu.

Data ABS menunjukkan amfetamin, ekstasi, MDA, MDMA, speed (sejenis sabu), metamfetamin, sabu, dan kafein bertanggung jawab atas sekitar 20 persen kematian secara nasional.

“Alasan mengapa sabu begitu memprihatinkan adalah obat terlarang ini seperti mengambil sesuatu yang memiliki duri, jadi setiap kali Anda mengambilnya, Anda perlu produk itu makin banyak untuk mendapatkan efek yang sama,” kata Detektif Inspektur Riley.

“Kemudian begitu Anda terjebak dalam siklus itu, sangat sulit untuk keluar.”

“Dan kemudian ada efek penyebaran yang terjadi, bukan hanya kematian pengguna, tetapi keluarga dan keluarga besar-lah yang benar-benar menderita karenanya.”

Pengedar diharapkan ditarget

Polisi dan lembaga Crime Stoppers telah menggunakan data ABS untuk meluncurkan kampanye “pemberantasan pengedar” baru -yang mendorong masyarakat untuk melaporkan impor dan distribusi obat-obatan dalam upaya untuk mengurangi jumlah korban tewas.

“Kami tak tertarik untuk menarget pengguna, kami memiliki sistem pengalihan yang sangat baik yang berlaku di mana pengguna bisa memperoleh pendidikan dan dukungan kesehatan,” kata Detektif Riley.

“Kami menargetkan orang-orang yang menghasilkan uang dari mengimpor, mendistribusikan dan memperdagangkan obat-obatan terlarang di masyarakat.”

“Kami mungkin mendapat sepotong informasi yang terlihat sedikit tak jelas, tetapi setelah Anda mendapatkan tiga dari empat informasi seperti itu, hal itu memungkinkan kami untuk mengambil tindakan.”

“Informasi yang kami dapatkan dari Crime Stoppers sebenarnya membantu kami mengarahkan upaya kami – kami tidak memiliki semua jawaban dan kami hanya bisa seefektif informasi yang berasal dari masyarakat.”

“Semakin banyak informasi yang kami dapatkan, itu adalah potongan-potongan teka teki. Kami kemudian memecahkan teka-teki itu bersama.”Daniels mengatakan, nol korban jiwa dari kasus narkoba mungkin tidak realistis, tetapi tingkat yang ada saat ini “di luar kendali” dan masyarakat perlu berkontribusi untuk mengendalikannya.

Ia mengatakan kampanye yang serupa dengan “pemberantasan pengedar” yang dilakukan di Launceston bulan lalu telah menghasilkan jumlah laporan empat kali lebih besar ke Crime Stoppers.

“Semua organisasi perlu bekerja sama untuk mengurangi korban dan dengan terjun ke masyarakat dan meminta mereka untuk mendukung kami dengan informasi itu,” kata Daniels.

“Lima puluh dua [kematian] untuk tahun ini benar-benar di luar kendali.”

“Kami bisa mencabut pasokan narkoba dan membantu menyelamatkan kehidupan warga Tasmania di komunitas kami dengan memberi tahu obat-obatan terlarang yang diperdagangkan.” (Edith Bevin/ABC News/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply