PSIKOLOGI: Renungan Akhir Tahun

Ilustrasi (Sumber: Kompas)
AGUSTINE DWIPUTRI (Sumber: Kompas/ARSIP PRIBADI)

Oleh: AGUSTINE DWIPUTRI

Menjelang akhir tahun, biasanya kita mulai sibuk menyiapkan acara liburan dan perayaan Tahun Baru. Mungkin juga mencari hadiah bagi keluarga, kerabat tercinta, dan seterusnya. Semua ini tentu merupakan hal positif dan menggembirakan. Kita semua layak untuk mensyukuri akhir tahun dengan penuh sukacita.

Selain itu, sangatlah dianjurkan agar kita juga menyediakan sedikit waktu untuk merenungkan apakah dalam setahun ini kita telah menjalani kehidupan sesuai harapan, sudah menjadi manusia yang lebih baik, dan telah mampukah kita melepaskan hal-hal yang tidak bermanfaat? Ada ungkapan indah yang dapat kita hayati:

”Tanpa refleksi, kita seperti membabi buta dalam perjalanan kita, menciptakan lebih banyak konsekuensi yang tidak diinginkan, dan gagal mencapai sesuatu yang bermanfaat” (Margaret J Wheatley).

Peninjauan ulang

Menurut Maria Lourdes Macabasco-Yanuaria (https://lifetofullest.com/author/lou/, diunduh 7/12/2018), ada tiga manfaat yang dapat diperoleh dengan meninjau ulang perjalanan hidup kita setiap akhir tahun.

1. Tahu di mana kini berada

Melakukan peninjauan diri pada akhir tahun akan membantu mengetahui di mana kita berada dalam kehidupan dan siapa kita saat ini.

Sebagai contoh, saat ini saya berada dalam kehidupan perkawinan dengan dua anak remaja, juga bekerja kantoran, saya berada dalam kondisi tergesa-gesa setiap hari, urusan ini-itu, hampir tidak ada waktu bersantai.

Saya merasa senang dan bersemangat dalam bekerja, tetapi ada yang kurang dalam berkomunikasi dengan keluarga, juga sering kesal dengan telepon dari ipar yang membicarakan perilaku mertua.

2. Tahu apa pencapaian kita

Melakukan peninjauan ulang pada akhir tahun akan membuat kita merefleksikan di mana kita berada sepanjang tahun yang telah dijalani, dan melihat apakah itu sesuai dengan hasil atau tujuan yang diinginkan.

Sebagai contoh, saya dapat merangkum bahwa dalam satu tahun ini saya berhasil maju pesat dalam karier dan mendukung finansial keluarga. Kami sudah berhasil melunasi rumah idaman, saya senang dapat mengunjungi berbagai kota secara gratis atas biaya kantor.

Sebagian besar capaian kerja sangat sesuai dengan tujuan yang saya tetapkan untuk tahun ini. Namun, ada kondisi di mana prestasi sekolah anak menurun belakangan ini, suami juga suka uring-uringan karena saya dianggap terlalu egois, kurang memedulikan keluarga.

3. Tahu ke mana akan menuju

Melakukan peninjauan ulang akhir tahun akan memberdayakan Anda untuk mengubah hidup atau melanjutkan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai hasil dan tujuan yang diinginkan.

Sebagai contoh, saya menyadari bahwa saya perlu memperbaiki pengaturan waktu dan tenaga agar lebih seimbang dalam berbagai aspek kehidupan, tidak hanya mendahulukan urusan kerja dan cari uang. Menambah waktu untuk menjalin hubungan dengan suami, memantau kebutuhan anak.

Tujuan saya adalah memulihkan peran sebagai ibu dan istri yang lebih memperhatikan keluarga. Saya yakin, semakin saya menahan diri atas berbagai kesenangan pribadi, semakin banyak waktu yang saya punyai untuk merawat orang-orang yang benar-benar saya sayangi.

Langkah selanjutnya

Setelah merefleksikan kehidupan selama setahun, beberapa hal berikut ini seyogianya kita jaga agar dapat terus melangkah ke depan secara lebih baik (sebagian diambil dari Marydel Mitch Flores dan Vishal Ostwal, 2018)

Optimistis

Jika Anda selalu melihat kehidupan dari sisi positif, pasti akan membantu untuk menjadi lebih kuat dalam menghadapi keadaan apa pun. Di lain pihak, jika Anda terus terjebak dan terbawa oleh berbagai getaran negatif, Anda akan terkurung oleh musuh Anda sendiri. Mempunyai pikiran positif selalu membuat seseorang lebih sehat secara jasmani dan rohani.

Berani menerima

Hidup adalah sesuatu yang tidak pasti. Anda tidak tahu hambatan apa yang akan dihadapi. Namun, Anda dapat mengenali apa yang mungkin terjadi di masa depan dan berupaya menanganinya.

Jika tidak ingin berkembang, Anda hanya akan berpura-pura seolah semuanya berjalan baik-baik saja dan terkejut atau heran jika tiba-tiba terjadi musibah. Anda perlu bersiap menerima segala konsekuensi atas tindakan yang telah dipilih atau dijalani.

Tidak bergunjing

Tidak peduli betapa pun frustrasinya Anda, jika Anda mengungkapkan kebencian terhadap seseorang dan mencoba untuk menghancurkan reputasi mereka, Anda akan terlihat sama buruknya dengan orang lain itu.

Jadi, jangan menyebut mantan pacar Anda itu orang brengsek, jangan mengatakan betapa jahat dan egoisnya bos Anda dulu, jangan menghabiskan hidup Anda untuk bergunjing dan gosip. Pasti ada perbedaan antara mengungkapkan suatu pendapat dan membicarakan keburukan orang lain.

Bahkan, jika sesuatu hal bukanlah kesalahan Anda dan hanya berusaha untuk merasa lebih baik, Anda memiliki cara lebih terhormat untuk memperbaiki hidup, seperti memaafkan, berbicara langsung dengan orangnya, dan majulah terus.

Mengendalikan diri

Pelajari cara mengendalikan diri dengan mengelola pikiran, emosi, dan perilaku. Anda memahami bahwa berbagai hal yang diinginkan dalam hidup tidak selalu datang begitu saja.

Anda harus berupaya dan menunggu untuk beberapa waktu. Anda juga belajar memahami dan menerima bahwa orang lain mungkin tidak selalu bertindak sesuai keinginan.

Namun, Anda memiliki kapasitas besar untuk bersabar dan memaafkan jika diperlukan. Hal ini mungkin merupakan tantangan besar, tetapi jika Anda belajar darinya, Anda dapat menguasai apa pun. Artinya, jangan biarkan berbagai emosi Anda mengalahkan kecerdasan Anda.

Jangan menyalahkan orang lain

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka bertanggung jawab atas keadaan yang mereka hadapi dalam kehidupan. Mereka justru mencari orang lain untuk disalahkan atas penolakan dan kegagalan mereka. Padahal, kenyataannya Anda-lah yang membuat masalah sendiri sehingga Anda harus bertanggung jawab untuk menanganinya.

Di lain pihak, tidak tepat juga untuk menghukum diri sendiri ketika ada suatu hal yang salah. Dengan sikap yang tepat, Anda dapat belajar dari kesalahan Anda dan menerima kenyataan bahwa Anda memang gagal. Bagaimanapun, kegagalan akan mengajarkan Anda menjadi kuat dalam hidup.

Hal terakhir ini sesuai dengan pendapat Albert Ellis, ahli bidang rational emotive behavior therapy, yang mengatakan bahwa tahun-tahun terbaik dalam hidup Anda adalah tahun-tahun di mana Anda memutuskan bahwa masalah Anda adalah milik Anda sendiri.

Anda tidak menyalahkan ibu Anda, tidak menyalahkan lingkungan dan ekologi, ataupun presiden. Anda menyadari bahwa Anda-lah yang mengendalikan nasib Anda sendiri. Selamat berakhir tahun. (Kompas Cetak).

Be the first to comment

Leave a Reply