Melahirkan Meningkatkan Tapi Juga Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Ilustrasi: Seorang perempuan yang sedang mengandung di Bordeaux, Perancis, 28 April 2010. (Sumber: VOA Indonesia/Reuters)

Melahirkan bayi bisa untuk sementara waktu meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak 80 persen, dibandingkan risiko pada perempuan yang belum pernah melahirkan, menurut para peneliti dari sebuah studi.

Baranews.co – Tapi jangan khawatir. Risiko kanker payudara 80 persen lebih tinggi itu, tidak semenakutkan seperti yang tampak, karena “untungnya, kanker payudara tidak umum menimpa perempuan muda,” kata Dr. Hazel Nichols kepada “Reuters” dalam wawancara melalui telepon.

Nichols dan rekan-rekannya menemukan bahwa risiko kanker payudara meningkat dalam 4,6 tahun setelah seorang perempuan melahirkan terakhir. Tapi setelah itu, risiko menurun. Setelah 19 tahun, risiko akan kembali ke level sebelum melahirkan. Dan setelah itu menurun lagi.

Setelah 34,5 tahun setelah kelahiran anak terakhir, risiko kanker turun sebesar 23 persen, dibandingkan risiko pada perempuan yang belum pernah melahirkan.

Meski seorang perempuan berusia 45 tahun yang tidak pernah melahirkan mempunyai peluang 0,62 persen didiagnosa mengidap kanker payudara, untuk perempuan berusia sama dan pernah melahirkan dalam jangka waktu 3-7 tahun, peluang didiagnosis kanker sedikit lebih tinggi, yaitu 0,66 persen.

Demikian pula ketika perempuan menginjak usia 50 tahun. Peluang perempuan dalam usia tersebut untuk terdiagnosis kanker payudara adalah 1,9 persen untuk perempuan yang tidak memiliki anak dan 2,20 persen untuk perempuan mengandung.

Perempuan yang melahirkan anak pertama sebelum usia 25 tahun tidak memiliki risiko yang meningkat sama sekali.

“Hasilnya tidak harus mendikte kapan perempuan memutuskan untuk memiliki anak. Karena meski kami melihat risiko ekstra setelah melahirkan ada, ada periode dimana seluruh risiko menjadi sangat rendah,” kata Nichols. “Ini tidak berarti akan menjadi tambahan jumlah kasus kanker payudara dalam jumlah besar.”

Mia Gaudet, direktur sains untuk riset epidemiologi Masyarakat Kanker Amerika juga setuju. Penemuan-penemuan itu “seharusnya tidak mengubah perilaku perempuan terkait kapan perempuan memutuskan untuk memiliki anak pertama,” kata Gaudet kepada Reuters melalui wawancara telepon.

“Mungkin akan mengubah bagaimana dan kapan seorang perempuan akan mulai pemeriksaan kanker,” tambah Gaudet yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Ada keyakinan bahwa kehamilan dan kelahiran anak melindungi perempuan dari kanker payudara. Tapi keyakinan itu muncul dengan melihat tingkat kanker di antar perempuan berusia 60 tahun dan lebih tua. Padahal kenyataannya, setengah dari jumlah perempuan dengan kanker payudara, didiagnosa sebelum usia 62 tahun.

Penemuan baru itu, yang dilaporkan di jurnal Annals of Internal Medicine, diperoleh dari menggabungkan data 15 studi terhadap hamper 890 ribu perempuan dari berbagai usia di tiga benua. Penemuan itu mengkonfirmasi hasil dari studi-studi yang lebih kecil. [ft/au]/Reuters/VOA Indoensia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply