KEGIATAN PRESIDEN: Ketika Jokowi Lebih Memilih Tetap Bekerja

Presiden Joko Widodo bersepeda sambil mengunjungi warga Kelurahan Bantar Jati, Bogor, yang baru mendapatkan bantuan pemasangan sambungan listrik, Minggu (2/12/2018) pagi. (Sumber: KOMPAS/NINA SUSILO)

Minggu (2/12), Presiden Joko Widodo menghabiskan sebagian waktunya di Bogor, Jawa Barat. Dari rumah dinasnya di Wisma Dyah Bayurini, Istana Bogor, pukul 08.00, Presiden Jokowi bergerak. Dengan jins biru dan jaket Bulls Syndicate hitam serta sepatu kets hitam dan helm warna hijau, Jokowi naik sepeda menuju   Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor.

Baranews.co – Sekitar 2 kilometer mengayuh pedal, Presiden tiba di perumahan padat di ujung Jalan Griya Bantar Santosa. Presiden Jokowi kemudian secara simbolis menyalakan sambungan listrik untuk warga tak mampu. Bantarjati merupakan salah satu kelurahan yang sebagian warganya belum tersambung listrik. Tercatat ada sekitar 1,2 juta keluarga di Provinsi Jawa Barat belum tersambung listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Rohminah (48), perempuan yang berjualan es dan cilok di depan rumahnya, termasuk yang beruntung karena listrik di rumahnya langsung tersambung listrik dari PLN. Selama ini ia harus bergantian dengan orangtuanya jika akan memasak nasi atau menyetrika.

”Sekarang senang sekali ada listrik gratis. Enggak usah gantian kalau masak. Bisa masak jam berapa saja. Enggak pakai njepret lagi,” tutur Rohminah.

ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A

Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi sejumlah menteri kabinet kerja dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) mengayuh sepeda ontel ketika mengikuti kegiatan sepeda bersama dengan tema Bandung Lautan Sepeda di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2018). Kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

Selepas menyusuri gang selebar 1 meter, didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, Presiden bergerak   menemui puluhan ibu, nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM). Presiden mengatakan, PNM adalah program konkret untuk meningkatkan kesejahteraan warga sehingga para ibu bisa mengembangkan usaha sepanjang punya kesempatan mendapat tambahan modal. Ke depan, pemerintah akan menyuntikkan dana lebih banyak agar pembiayaan yang diperoleh bisa lebih besar.

Dari Bantarjati, Presiden Jokowi meluncur ke Desa Wates Jaya, Cigombong. Kali ini, tentu menggunakan mobil, melintasi salah satu ruas Jalan Tol Bogor, Ciawi, dan Sukabumi yang sehari sebelumnya diresmikannya.

Di Desa Wates, Presiden bertemu dengan lebih dari 3.000 kepala desa, sekretaris desa, kader posyandu, guru, pengurus badan usaha milik desa, tokoh agama, dan pendamping desa. Dalam Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019, Presiden Jokowi menjelaskan, dana desa dialokasikan sejak 2015 untuk membangun desa.

”Sudah puluhan tahun desa tak diperhatikan. Lihat apakah infrastruktur desa meningkat? Apa ada tambahan irigasi dan jembatan dibangun? Karena itu, mulai 2015, pembangunan dibalik, dimulai dari desa,” ujar Presiden.

Itulah aktivitas yang dipilih Presiden Jokowi dengan tetap bekerja sembari menyapa warga. (NINA SUSILO/Kompas Cetak)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*