KNKT Minta Media Lebih Bijak

Konferensi Pers KNKT Kamis (29/11/2018) terkait klarifikasi pernyataan KNKT tentang kondisi pesawat Lion Air PK-LQP laik terbang. (Sumber: KRISTI DWI UTAMI UNTUK KOMPAS)

Jakarta, Baranews.co – Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengklarifikasi pernyataan mereka terkait kondisi pesawat Lion Air PK-LQP yang ditangkap berbeda oleh sejumlah media. Selama investigasi berlangsung, Komite Nasional Keselamatan Transportasi berharap tidak ada lagi pemberitaan yang dapat memicu kesalahan persepsi publik.

Rabu (28/11/2018), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan Preliminary Report atau laporan awal investigasi terkait kecelakaan pesawat lion Air PK-LQP di perairan Karawang, 29 Oktober 2018. Dalam pemaparan laporan tersebut, Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo, mengatakan berdasarkan catatan perawatan pesawat, teknisi telah melakukan perbaikan dan pengujian pada penerbangan sebelumnya.

Hasil pengujian pesawat dengan rute Denpasar – Jakarta itu menyatakan bahwa pesawat itu laik terbang.

ADITYA DIVERANTA UNTUK KOMPAS

Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, saat diwawancarai seusai konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

KNKT menyesalkan, sejumlah media yang diduga melakukan kesalahan dalam pengutipan pernyataan. “Kami tidak pernah menyatakan bahwa pesawat Lion Air Boeing 737-8 MAX registrasi PK-LQP tidak laik terbang,” ucap Nurcahyo dalam konferensi pers di Aula KNKT, Kamis (29/11/2018).

Investigator Keselamatan Penerbangan KNKT, Ony Soerjo Wibowo berharap selama investigasi berlangsung media bijak dalam menyampaikan pemberitaan.

Investigasi berlanjut

KNKT masih terus melanjutkan proses investigasi. Senin depan (3/12/2018), tim investigator akan memulai proses simulasi kondisi pesawat yang akan di Seattle, Amerika Serikat.

Nurcahyo mengatakan, kebutuhan untuk pemeriksaan masih disiapkan hingga pekan ini. Pihaknya pun masih menunggu apabila perekam suara kokpit (CVR) dapat ditemukan.

ADITYA DIVERANTA UNTUK KOMPAS

Investigator Keselamatan Penerbangan KNKT, Ony Soerjo Wibowo, saat ditemui dalam konferensi pers di Kantor KNKT, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Proses pencarian CVR hingga kini terus dilanjutkan. Menurut KNKT sejumlah relawan dari Indonesia Diver Rescue Team Kamis pagi meminjam Underwater Locator Beacon atau pendeteksi sinyal beacon.

“Dengan perekam data penerbangan (FDR), kita hanya akan melihat informasi terkait penerbangan pesawat, namun tidak disertai dengan komunikasi yang terjadi di kokpit,” kata Nurcahyo.

Berdasarkan proses investigasi secara utuh, nantinya KNKT akan memberikan rekomendasi keselamatan yang ditujukan kepada seluruh maskapai penerbangan.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh perwakilan pegawai maskapai Lion Air. Dalam sesi tanya-jawab, mereka meminta KNKT lebih bijak dalam memberikan pernyataan kepada media. Sebab, pernyataan-pernyataan yang dianggap menyudutkan pihak Lion membuat pegawai resah.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro membenarkan pernyataan kedua pegawai Lion Air yang hadir tersebut. “Mereka hadir atas inisiatif mereka sendiri,” kata Danang saat dihubungi secara terpisah. (E18/E19)/M KURNIAWAN / E18/ E19/Kompas Cetak

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*