Penggerebekan Massal, Polisi Pakistan Tangkap Ulama dan Ratusan Pengikutnya

Polisi Pakistan di Lahore, Pakistan. (Sumber: VOA Indonesia/AP/dok).

Islamabad, Baranews.co – Otoritas berwenang Pakistan menangkap ratusan pemimpin dan aktivisi partai Islamis dalam operasi penggerebekan massal di seluruh negara itu. Mereka yang ditangkap dituduh telah melancarkan protes terhadap putusan Mahkamah Agung, yang membebaskan seorang perempuan Kristen, terpidana mati dalam kasus penodaan agama.

Otoritas berwenang (24/11) mengatakan penangkapan umumnya dilakukan di Punjab, propinsi berpenduduk terpadat, yang menjadi basis kekuatan Partai Tehreek-i-Labbaik Pakistan TLP.

Penggerebekan itu dimulai Jumat malam (23/11) dan pemimpin TLP Khadim Hussain Rizvi termasuk di antara orang-orang pertama yang ditangkap. Penangkapan Rizvi memicu bentrokan dengan polisi di beberapa daerah. Polisi dan petugas medis di rumah sakit mengatakan sejumlah orang juga luka-luka.

Partai Tehreek-i-Labbaik Pakistan TLP yang berbasis agama awal November lalu telah melangsungkan demonstrasi selama tiga hari yang melumpuhkan seluruh Pakistan, untuk mengecam keras putusan Mahkamah Agung yang membebaskan Asia Bibi, terpidana mati yang sudah menunggu putusan itu selama delapan tahun. Juru bicara TLP berkeras bahwa penggerebekan yang dilakukan polisi itu untuk mencegah demonstrasi lebih luas.

Namun demikian Menteri Informasi Fawad Chaudry menyangkal tuduhan itu dan menjelaskan bahwa Rizvi ditempatkan dalam “penjara terlindung” karena menolak mencabut seruan demonstrasi hari Minggu (25/11) dan menolak tawaran untuk melangsungkan demonstrasi di lokasi yang ditunjuk pemerintah.

“Ini untuk melindungi kepentingan publik, properti dan ketertibangan umum. Tidak ada hubungannya dengan kasus Asia Bibi,” tegas Chaudry. Ia juga menyerukan publik untuk tetap “damai dan tenang,” dan bertekad akan “menegakkan hukum dan tidak membiarkan individu mengambil tindakan main hakim sendiri.”

Dalam beberapa pidatonya selama aksi demonstrasi baru-baru ini, para pemimpin TLP telah mengancam hakim-hakim Mahkamah Agung yang membebaskan Asia Bibi, dengan menyerukan kepada juru masak dan pelayan para hakim itu untuk membunuh mereka. TLP juga mengecam Perdana Menteri Imran Khan dan panglima tentara karena berpihak pada putusan Mahkamah Agung dan Asia Bibi.

Asia Bibi bersama keluarganya bersembunyi setelah dibebaskan dari tuntutan. Pejabat-pejabat Pakistan mengatkaan ia ditempatkan di lokasi yang aman dan menyangkal laporan bahwa perempuan itu sudah meninggalkan Pakistan. Sebelumnya, tak lama setelah putusan yang membebaskan Asia Bibi, pengacaranya mengatakan kliennya dalam bahaya.

Partai Tehreek-i-Labbaik Pakistan TLP telah mengajukan petisi terhadap putusan Mahkamah Agung bulan lalu.

Sementara sejumlah negara Barat telah menawarkan suaka politik kepada Asia Bibi dan keluarganya. Pemerintah Pakistan mengatakan begitu proses hukum selesai, Asia Bibi dapat pergi ke negara mana pun sebagaimana warga negara lainnya.

Penodaan agama adalah masalah yang sangat sensitif di Pakistan di mana tuduhan-tuduhan semata bisa memicu aksi massa untuk menghukum seseorang. Seorang gubernur propinsi dan menteri federal telah dibunuh karena menyerukan reformasi UU Anti-Penodaan Agama yang mengatur hukuman mati bagi mereka yang dinilai bersalah karnea menghina Islam atau Nabi Muhammad SAW. [em]/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply