NILAI TUKAR: Penguatan Rupiah Berlanjut, Devisa Bertambah

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate pada Kamis (8/11/2018), rupiah berada pada level Rp 14.651 per dollar AS. Rupiah terlepas dari level psikologisnya Rp 15.000 per dollar AS sejak 5 November 2018. (Sumber: KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN)

Jakarta, Baranews.co – Tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus berlanjut. Hal itu dibarengi dengan bertambahnya cadangan devisa Indonesia seiring dengan masuknya dana asing, penjualan valuta asing, dan penurunan impor.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate pada Kamis (8/11/2018), rupiah berada pada level Rp 14.651 per dollar AS. Rupiah terlepas dari level psikologisnya Rp 15.000 per dollar AS sejak 5 November 2018.

Di pasar tunai, hingga Kamis siang ini, rupiah diperdagangkan Rp 14.613 per dollar AS-Rp 14.669 per dollar AS. Dalam periode Januari-8 November 2018 siang, rupiah telah terdepresiasi sebesar 8,02 persen.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah kepada Kompas mengatakan, penguatan rupiah masih dipengaruhi pelemahan dollar AS terhadap semua mata uang dunia. Hal itu terjadi di tengah menguatnya ekspektasi kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela untuk menguasai Kongres AS.

Kemenangan Partai Demokrat akan memberikan penyeimbang peta politik di Amerika Serikat dan mengurangi dominasi Partai Republik yang saat ini sangat menentukan arah pengelolaan fiskal AS dan proses legislasi berbagai kebijakan strategis. Posisi mayoritas Partai Demokrat di Kongres AS berpotensi dapat mengganjal berbagai kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai tidak ramah pasar.

”Di bawah kepemimpinan Trump, fiskal juga didorong lebih ekspansif sehingga menyebabkan imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik di atas 3 persen. Hal itu menyebabkan dollar AS menguat dan investor global memilih berinvestasi surat utang AS,” katanya.

AFP/ANGELA WEISS

Warga menggunakan hak suaranya dalam pemungutan suara pemilu sela Amerika Serikat di tempat pemungutan suara East Midwood Jewish Center di Brooklyn, New York City, AS, Selasa (6/11/2018). Berdasarkan penghitungan atas sebagian besar suara, kubu Demokrat memenangi mayoritas kursi Dewan Perwakilan Rakyat, sedangkan Republik mempertahankan kendali mereka di Senat.

Menurut Nanang, kepercayaan pasar terhadap rupiah turut meningkat. Hal itu tecermin dari investor asing dan sejumlah bank yang melepaskan dollar AS ke pasar di tengah kondisi pasar valuta asing (valas) yang likuiditasnya masih mengetat.

”Selain faktor global, masuknya dana asing ke portofolio Indonesia juga mencerminkan kepercayaan diri investor asing terhadap ekonomi domestik Indonesia,” ujarnya.

BI mencatat arus masuk modal asing ke Surat Berharga Negara pada 27 Oktober-7 November 2018 sebesar Rp 18,1 triliun. Adapun arus masuk modal asing ke saham pada 27 Oktober-5 November 2018 sebesar Rp 2,07 triliun.

Nanang menambahkan, ruang penguatan rupiah ini sangat diperlukan karena selama 2018 telah melemah terlalu tajam. BI terus memonitor dan mewaspadai penguatan rupiah itu, tetapi tetap akan lebih memberikan ruang bagi bekerjanya mekanisme pasar.

Cadangan devisa

Hingga akhir Oktober 2018, BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia sebesar 115,2 miliar dollar AS. Posisi itu meningkat dibandingkan dengan akhir September yang sebesar 114,8 miliar dollar AS.

Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan devisa itu masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

 

”Peningkatan cadangan devisa pada Oktober 2018 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa minyak dan gas bumi serta penarikan utang luar negeri pemerintah. Penerimaan devisa itu lebih besar daripada kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam siaran pers.

BI menilai, cadangan devisa tetap memadai karena didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang baik serta kinerja ekspor yang positif. Cadangan devisa itu mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. (HENDRIYO WIDI/Kompas Cetak).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*