LIGA CHAMPIONS: Kesempatan Kedua Inter Milan

Ilustrasi (Sumber: Sportsholics)

Di Italia, Inter Milan tampil garang dengan memenangi tujuh laga terakhir Serie A. Kini saatnya bagi mereka untuk kembali membuktikan kegarangan mereka di level Eropa melawan tim terkuat di Spanyol.

Milan, Baranews.co – Inter Milan untuk kedua kalinya pada musim ini akan menguji kekuatan mereka di hadapan Barcelona, Rabu (7/11/2018) pukul 03.00 WIB, di Stadion Giuseppe Meazza. Dalam laga itu, Inter ingin melihat apakah kemajuan yang telah diraih di Serie A juga berlaku di ajang Liga Champions.

Sejak pertengahan September lalu, Inter mulai tancap gas. Tim asuhan pelatih Luciano Spalletti itu mulai berbenah dan tampil lebih konsisten. Dimulai dengan kemenangan atas Tottenham Hotspur, 2-1, pada Liga Champions, Inter meneruskan tren positif di Serie A hingga akhir pekan lalu ketika menggilas Genoa, 5-0. Itu adalah kemenangan beruntun ketujuh mereka di Serie A.

Namun, ketika bertandang ke Camp Nou pada akhir Oktober lalu, Inter dilibas Barcelona, 0-2. Meski demikian, ini adalah satu-satunya kekalahan mereka dalam 10 laga terakhir di semua kompetisi.

Inter dapat memaklumi kekalahan dari Barcelona pada pertemuan pertama di Grup B Liga Champions itu. Mereka tampil tanpa Radja Nainggolan yang cedera dan bermain di Camp Nou bukanlah hal yang mudah.

Kini Inter tidak dapat menggunakan alasan yang sama pada kesempatan kedua nanti. Skuad mereka sudah lengkap dan fans Inter akan membuat Stadion Giuseppe Meazza menjadi ”biru”.

”Laga (kontra Barcelona) ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat apakah kami bisa melawan tim mana pun,” ujar Spalletti, Senin (5/11).

Laga ini juga menjadi kesempatan terbaik bagi Inter untuk mengulang kenangan manis pada 2010 ketika mereka bisa menaklukkan Barcelona, 3-1, pada laga pertama semifinal Liga Champions di Giuseppe Meazza.

Saat itu, Inter mengalami kejayaannya bersama Pelatih Jose Mourinho dengan meraih gelar treble.

Namun, tidak seperti Inter pada masa Mourinho yang tampil dominan di Serie A sebelum meraih trofi Liga Champions pada 2010, Inter versi Spalletti adalah tim yang sedang mencoba bangkit dari keterpurukan.

”Inter sedang mengalami masa perkembangan dan penampilan kami sudah lebih bagus dari musim lalu,” ujar Spalletti.

Oleh karena itu, Spalletti masih bersikap merendah dan terus memberikan pujian terhadap calon lawannya. ”Barcelona adalah representasi dari tingkat kesulitan tertinggi (di sepak bola),” katanya.

Spalletti juga tidak ragu menyebut Barcelona sebagai tim yang dijadikan Inter sebagai model. Sebuah tim yang memiliki konsistensi dan teknik yang mengagumkan.

”Barcelona adalah tim yang selalu menguasai bola dan sangat sulit untuk melawan mereka,” kata gelandang Inter, Borja Valero. Meskipun demikian, gelandang asal Spanyol ini optimistis timnya bisa mempersulit Barcelona pada laga nanti.

Kepercayaan diri juga tampak pada pemain Inter lainnya, Keita Balde. ”Kami punya tim yang solid, pertahanan yang terbaik di Eropa. Jika kami bisa mengeluarkan semua kemampuan kami, kami bisa menunjukkan penampilan terbaik kami,” ujarnya.

Kedatangan Messi

Namun, ada hal lain yang membuat Inter masih merasa cemas, yaitu kedatangan Lionel Messi ke Giuseppe Meazza. Pelatih Barcelona Ernesto Valverde tetap menyertakan Messi dalam daftar skuadnya meski bintang asal Argentina itu belum pulih sepenuhnya dari cedera.

Akibat cedera pada lengannya, Messi tidak tampil pada laga pertama di Camp Nou. Namun, Barcelona tetap bisa mengalahkan Inter, 2-0. Rafinha yang menggantikan posisi Messi tampil gemilang dengan mencetak satu gol.

Akhir pekan lalu, Valverde menyatakan tidak mau terburu-buru menurunkan bintangnya tersebut jika kondisi tidak memungkinkan. Namun, sosok Messi tetap sangat penting karena kemenangan atas Inter akan memastikan Barcelona tampil sebagai juara Grup B. (AFP/REUTERS/DEN)/Kompas Cetak

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*