Orang Berbadan Tinggi Lebih Berisiko Terserang Kanker

Memiliki badan yang tinggi boleh jadi salah satu daya tarik. Namun, badan jangkung tak selamanya indah. Penelitian terbaru menunjukkan orang yang tinggi memiliki risiko kanker yang lebih besar.

Baranews.co – Memiliki badan yang tinggi boleh jadi salah satu daya tarik. Namun, badan jangkung tak selamanya indah. Penelitian terbaru menunjukkan orang yang tinggi memiliki risiko kanker yang lebih besar.

Studi tersebut menyebutkan bahwa orang jangkung memiliki lebih banyak sel di dalam tubuh mereka. Setiap sel berpotensi berkembang atau bermutasi menjadi kanker.

Penelitian menyimpulkan, risiko kanker bakal meningkat 10 persen untuk setiap 10 sentimeter tinggi badan yang melebihi tinggi rata-rata. Studi itu menggunakan tinggi rata-rata 162 sentimeter untuk wanita dan 175 sentimeter untuk pria.

Hasil studi ini didapat setelah profesor biologi dari University of California Riverside, Leonard Nunney, menganalisis data lebih dari 10 ribu wanita dan pria yang terkena kanker. Dia menguji hipotesis yang salah satunya berkaitan dengan perbedaan hormon pada orang yang lebih tinggi dapat menyebabkan pengembangan sel.

Peneliti mendapati kaitan antara jumlah sel dan kemungkinan berkembangnya 18 kanker dari 23 kanker yang diuji. Kanker usus besar, ginjal, dan limfoma merupakan jenis kanker yang memiliki hubungan paling kuat.

Studi ini juga menemukan peningkatan risiko mengidap kanker lebih besar pada wanita sebesar 12 persen. Sedangkan pada pria sedikit lebih rendah sebesar 9 persen.

“Penelitian ini memiliki metodologi yang bagus. Mereka mengambil data dari penelitian besar, yang penting, dan mereka melihat banyak kategori kanker yang berbeda,” kata peneliti dari Cancer Research UK, Georgina Hill mengomentari hasil penelitian ini, seperti dikutip dari CNN.

Meski berisiko tinggi, Hill memastikan bahwa peningkatan risiko kanker ini tetap kecil jika dibandingkan dengan efek dari gaya hidup yang dijalani oleh seseorang.

“Itu hanya risiko kecil dan ada tindakan lain yang dapat dilakukan untuk membuat perubahan positif, [seperti] berhenti merokok dan menjaga berat badan yang sehat,” ujar Hill.

Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang juga pernah menghubungkan tinggi badan dengan peningkatan risiko berkembangnya berbagai penyakit termasuk pembekuan darah, masalah jantung, dan diabetes. (cnnindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*