DUNIA: Wartawan Kawakan Hilang, Tekanan Terhadap Arab Saudi Meningkat

Jurnalis Jamal Khashoggi ketika menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Januari 2011 (Sumber: dw.com)

Jerman, Perancis dan Inggris dalam pernyataan bersama mendesak penyelidikan atas nasib wartawan Jamal Khashoggi, yang dinyatakan “hilang” setelah mendatangi konsulat Arab Saudi di Turki.

Baranews.co – Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan hari Minggu (14/10), Perancis, Jerman, dan Inggris mengatakan bahwa hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi yang tinggal di AS harus diselidiki sampai tuntas. Khashoggi yang sering menulis artikel kritis tentang Arab Saudi di Washington Post awal bulan ini mendatangi konsulat Arab Saudi di Istanbul (foto artikel) untuk suatu urusan administrasi dan sejak itu dinyatakan hilang.

Para pejabat Turki menduga Jamal Khashoggi telah dibunuh di dalam gedung konsulat dan jenazah “disingkirkan”. Arab Saudi menolak tuduhan itu. Nasib Khashoggi memicu kecaman internasional kepada Arab Saudi dan menuntut penjelasan segera.

“Perlu ada penyelidikan yang dapat dipercaya untuk menetapkan kebenaran tentang apa yang terjadi, dan – jika relevan – untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas hilangnya Jamal Khashoggi, dan memastikan bahwa mereka bertanggung jawab,” kata Jerman, Perancis dan Inggris dalam pernyataannya.

Presiden AS Donald Trump ancam sanksi

Perwakilan Arab Saudi sebelumnya menyatakan akan melibatkan aparat Turki dalam melakukan investigasi mengenai nasib wartawan yang memegang kewarganegaraan Arab Saudi itu. Namun hari Sabtu lalu, Turki menyatakan otoritas Arab Saudi tidak mengizinkan para penyidiknya masuk ke dalam gedung konsulat di Istanbul.

Pernyataan bersama tiga negara terbesar di Eropa itu mengikuti peringatan dari Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya mengatakan bahwa dugaan kejahatan terhadap Jamal Khashoggi adalah “sesuatu yang sangat mengerikan dan menjijikkan.”

“Kami akan menguak sampai ke dasarnya dan akan ada hukuman berat,” kata Trumo kepada stasiun siaran CBS News. Namun Trump juga menekankan, tidak akan membatalkan penjualan senjata ke Arab Saudi. Penjualan senjata itu adalah “pesanan luar biasa untuk perusahaan kami,” dan jika Saudi tidak membeli persenjataan mereka dari AS, mereka akan mendapatkannya dari orang lain, kata Trump.

Arab Saudi peringatkan akan lakukan langkah balasan

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita pemerintah “Saudi Press Agency”, pihak kerajaan memperingatkan bahwa jika mereka “menerima tindakan (sanksi) apa pun, kerajaan akan merespon dengan tindakan yang lebih besar, dan bahwa ekonomi kerajaan memiliki pengaruh dan peran penting dalam perekonomian global.”

“Kerajaan menegaskan penolakan total terhadap segala ancaman dan upaya untuk melemahkannya, apakah dengan mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi, menggunakan tekanan politik atau mengulangi tuduhan palsu,” kata pernyataan itu.

Sementara itu, Raja Arab Saudi Salman berbicara melalui telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan tentang kasus Khashoggi. Turki mengatakan Erdoğan “menekankan pentingnya membentuk kelompok kerja gabungan untuk menyelidiki kasus itu.” Sementara Arab Saudi mengatakan Raja Salman berterima kasih kepada Erdoğan dan “menyambut proposal” untuk membentuk kelompok kerja.

Raja Salman juga mengatakan, Turki dan Arab Saudi menikmati hubungan dekat dan “tidak ada yang akan merusak kekuatan hubungan ini.” Meskipun Turki dan Arab Saudi berbeda dalam masalah politik, investasi Arab Saudi merupakan jalur penting bagi Turki di tengah kesulitannya dengan mata uang Lira.

Jamal Khashoggi sering menulis ulasan-ulasan kritis tentang negaranya, antara lain mengkritik perang di Yaman, perselisihan diplomatik baru-baru ini dengan Kanada dan penangkapan aktivis perempuan di Arab Saudi. [hp/ts (dpa, afp, rtr)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply