PEMILU SELA AS: Penyanyi Taylor Swift Berpolitik, Dukung Kandidat Demokrat

Dalam foto tanggal 20 Mei 2018 ini, penyanyi dan penulis lagu Taylor Swift menghadiri Anugerah Musik Billboard 2018 di MGM Grand Resort International, Las Vegas, AS. Menjelang pemilu tengah periode (midterm election) bulan depan, Swift secara terbuka memperlihatkan dukungan politiknya. Ia tak mau lagi diam dalam urusan politik. (Sumber: Kompas/AFP/LISA O'CONNOR)

Selama ini penyanyi Taylor Swift (28) selalu menjauhi urusan politik Amerika Serikat. Namun, pemenang 10 penghargaan Grammy itu kini memilih angkat suara. Ia menegaskan akan mendukung calon-calon senator dan anggota Kongres di wilayahnya dari Partai Demokrat.

”Di masa lalu saya enggan mengungkapkan opini politik saya secara terbuka kepada publik. Namun, sejumlah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan saya dan apa yang terjadi dalam dua tahun terakhir ini di dunia, sikap saya berbeda sekarang,” tulis Swift di akun Instagram-nya yang memiliki 12 juta pengikut.

Dalam statusnya yang cukup panjang, Swift secara gamblang menyatakan, ia pendukung persamaan hak perempuan, kaum gay, dan akan berjuang melawan rasisme. ”Saya tak akan memilih seseorang yang tidak mau memperjuangkan martabat seluruh warga Amerika, terlepas warna kulitnya, jender, atau siapa yang mereka cintai,” kata Swift.

Di Negara Bagian Tennessee, dua calon yang berhadapan untuk memperebutkan kursi senator adalah mantan Gubernur Tennessee dari Demokrat, Phil Bredsen, dan Marsha Blackburn dari Republik. Keduanya akan berebut kursi yang ditinggalkan Senator Republik Bob Corker.

Swift menyatakan, ia akan memilih Bredsen sebagai senator dan Jim Cooper untuk Kongres. ”Walaupun di masa lalu saya lebih banyak memilih kandidat perempuan, saya tak bisa mendukung Marsha Blackburn,” kata Swift.

Menurut dia, rekam jejak Marsha Blackburn di Kongres sangat mengecewakan. Blackburn menolak Otorisasi Aturan Kekerasan terhadap Perempuan yang akan melindungi perempuan dari kekerasan domestik, pengintaian, dan pemerkosaan oleh teman kencan.

”Blackburn juga meyakini dunia industri berhak menolak melayani pasangan sesama jenis. Bahkan, Marsha berpendapat mereka tidak boleh menikah. Itu bukanlah nilai-nilai Tennessee saya,” kata Swift yang mendesak para penggemarnya memberikan suaranya pada pemilihan 6 November.

”Pilihlah kandidat yang paling merepresentasikan nilai-nilai yang kamu yakini,” kata Swift yang tahun lalu memenangi gugatan terhadap mantan DJ radio yang dituduh melakukan pelecehan.

Pro dan kontra

Pernyataan Swift sampai Selasa (9/10/2018) disukai sekitar 1,72 juta orang. Namun, banyak kalangan konservatif yang marah terhadap sikap Swift, khususnya komunitas musik country, tempat Swift meniti karier sewaktu remaja. Komunitas ini umumnya pendukung Republik. Seorang pengagum Swift dari komunitas country mengatakan, Swift sudah lebih ”pop” ketimbang country. ”Para penggemar country akan kecewa,” kata seorang penggemar Swift bernama Janice.

Komentar paling pedas datang dari Presiden AS Donald Trump yang dulu beberapa kali memuji Swift di akun Twitternya. Trump menyatakan, dirinya menyukai musik Swift, tapi kini ”berkurang 25 persen”.

Trump juga membela Marsha Blackburn yang dinilainya sudah bekerja sangat baik. Ia menganggap Taylor Swift tak tahu apa-apa soal Blackburn.

Gubernur Arkansas yang berasal dari Republik, Mike Huckabee, juga menihilkan pengaruh Swift. ”Taylor Swift punya hak untuk menjadi politis, tetapi hal ini tak akan berpengaruh pada pemilu kecuali kita mengizinkan anak-anak gadis usia 13 tahun memberikan suaranya,” kata Huckabee yang sudah dua kali gagal menjadi nomine kandidat presiden dari Republik.

Mantan pemain Star Trek, George Takei, menyambut hangat sikap Swift. ”Wah, kalau Taylor Swift sampai harus mengatakan sesuatu berarti situasi sudah sangat parah,” katanya.

Selain Takei, dukungan juga datang dari aktris Blake Lively dan model Chrissy Teigen.

Menghadapi pemilu November, kubu Demokrat akan didukung pasangan Bill dan Hillary Clinton yang akan ikut berkampanye ke 13 kota sampai Mei 2019. Bagi sebagian kalangan Demokrat, kehadiran pasangan ini bagai pisau bermata dua. Di satu sisi, keduanya adalah pasangan yang paling berpengalaman di AS, tetapi di sisi lain keduanya mudah dijadikan target oleh kubu Republik. [(AP/AFP/REUTERS/MYR)/Harian KOMPAS].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*