BERITA BOHONG: Ratna Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Ratna Sarumpaet saat akan dibawa masuk ke dalam mobil polisi di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/10/2018) pukul 00.10 WIB. Ratna dibawa dalam rangka penggeledahan rumahnya dalam penyelidikan kasus penyebaran hoaks penganiayaan. (Sumber: KOMPAS/SATRIO PANGARSO WISANGGENI)

Jakarta, Baranews.co – Mantan juru kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ratna Sarumpaet, terancam dengan hukuman 10 tahun penjara. Dia diduga telah menyalahi undang-undang informasi dan transaksi elektronik karena menyebarkan kabar bohong (hoaks).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Jumat (5/10/2018), mengatakan, Ratna ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 dan 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang penyebaran berita bohong dan menyesatkan.

”Ancamannya adalah 10 tahun penjara,” kata Argo saat ditemui di Markas Polda Metro Jaya, Jumat. Sementara Ratna masih dalam pemeriksaan aparat penyidik setelah penangkapannya di Bandara Soekarno-Hatta sesaat sebelum terbang menuju Cile, Amerika Latin.

 

Dilaporkan, Ratna telah lebih dahulu dicekal otoritas terkait sebelum ia hendak terbang ke Cile. Tak lama setelah penangkapannya di Bandara Soekarno-Hatta, aparat menggeledah rumah Ratna, Jumat dini hari.

Ratna dibawa dari Markas Polda Metro Jaya ke rumah tinggalnya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada pukul 00.10 WIB. Saat itu, Ratna sudah berada di Polda Metro Jaya selama sekitar 1,5 jam sejak dibawa dari Bandara Soekarno-Hatta oleh polisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta mengatakan,  pihaknya membawa Ratna ke rumahnya dalam rangka penggeledahan.

”Sekarang kami geledah rumahnya RS,” kata Nico saat dihubungi ketika Ratna akan dibawa mobil polisi dari Markas Polda Metro Jaya, Jumat pagi hari.

ISTIMEWA

Ratna Sarumpaet dicegah keberangkatannya dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada Kamis (4/10/2018) malam, menuju Chile, Amerika Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan, Ratna akan langsung dibawa kembali ke Polda Metro Jaya seusai penggeledahan di rumahnya.

Penggeledahan diyakini dilakukan dalam rangka memperoleh bukti lanjutan penyelidikan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks oleh Ratna.

Argo mengatakan, pihaknya telah mendapatkan sejumlah barang bukti, seperti bukti penarikan uang dari ATM untuk pembayaran prosedur operasi plastik dan buku jadwal operasi di RS Bina Estetika.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya akan memeriksa seluruh pihak yang terkait dengan penyebaran hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet (kanan), memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiayaan terhadap dirinya di kediaman Ratna Sarumpaet di Kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (3/10/2018). Dalam konferensi pers tersebut, Ratna Sarumpaet mengaku telah merekayasa kabar terjadi penganiayaan terhadap dirinya pada 21 September 2018 di Bandung, tetapi sesungguhnya dirinya menemui dokter ahli bedah plastik di Jakarta untuk menyedot lemak di pipi sehingga menimbulkan muka lebam.

Sebelum Ratna pada Rabu (3/10/2018) mengakui berbohong pernah dianiaya pada 21 September 2018, sejumlah tokoh publik memberikan pernyataan yang ”membenarkan” kabar hoaks itu.

Pihak-pihak tersebut antara lain politisi Partai Gerindra, Rachel Maryam; Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon; Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah; Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak; Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang; anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade; dan anggota DPD, Fahira Idris.

KOMPAS/PRADIPTA PANDU

Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur yang dipimpin langsung calon presiden Prabowo Subianto beserta wakilnya Sandiaga Uno di Rumah Kartanegara, Jakarta, Rabu (3/10/2018) malam, meminta maaf kepada semua masyarakat terkait menyebarnya berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Calon presiden Prabowo Subianto bahkan menggelar jumpa pers pada Selasa (2/10/2018) yang mengecam ”penyiksaan” yang dilakukan terhadap Ratna itu.

”Ya, benar, semua yang terkait akan diminta keterangan,” kata Setyo. (SATRIO PANGARSO WISANGGENI/Harian KOMPAS).

Be the first to comment

Leave a Reply