Polri: Situasi di Palu Sudah Aman

Seorang polisi siaga mengamankan sebuah SPBU Pertamina pasca bencana di Palu, Sulawesi Tengah (2/10). (Sumber: VOA Indonesia/AP)

epolisian Indonesia menyebut situasi di 4 wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah aman. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan polisi telah menangkap 49 orang yang melakukan pencurian saat bencana. Mereka ditangkap di beberapa lokasi di antaranya di tempat ATM Center, pusat perbelanjaan dan Anjungan Nusantara.

Di samping itu, sudah ada 600 personel bantuan yang sudah sampai di wilayah Sulteng dari Mabes dan Polda-polda di seluruh Indonesia. Sementara terkait, narapidana, Setyo menjelaskan sudah ada sebagian yang kembali ke tahanan. Di antaranya 260 napi dari 342 napi yang kabur dari Lapas Donggala dan 28 dari 465 napi yang kabur dari Lapas Palu.

“Lapas Petogo Palu, jumlah napi yang keluar, ini juga sengaja dilepas 674 orang, sudah kembali 82 orang belum kembali 582 orang. Rutan Polda Sulteng 117 orang lengkap dan aman, rutan Polres Palu seluruhnya dititip di rutan Mapolda Sulteng, rutan Polres Sigi jumlah 26 orang, 1 orang melarikan diri dan belum kembali,” jelas Setyo Wasisto di Jakarta, Selasa (2/10).

Setyo Wasisto jug mengimbau kepada narapidana dan tahanan yang masih berada di luar tahanan agar kembali menyerahkan diri ke rutan dan lapas.

Turut menambahkan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pemerintah akan membuat media center gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu korban dan keluarga gempa untuk mencari informasi dan mengadu.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan di Jakarta. Selasa (2/10). (VOA/A.Bhagaskoro)
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan di Jakarta. Selasa (2/10). (VOA/A.Bhagaskoro)

“Di Palu sedang disiapkan media center yang juga berfungsi sebagai tanda kutip call center, dalam artian kalau orang ingin tahu di luar Jakarta saudaranya di sana kehilangan atau apa, paling tidak file saja. Bisa disampaikan, ditampung saja dulu. Karena di sana tidak bisa langsung dicari, karena saudaranya saja tidak bisa mencari, apalagi kita yang tidak kenal,” jelas Rudiantara.

Rudiantara menambahkan media center ini nantinya akan berada di bawah kendali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Daerah. Ia berharap pelayanan ini dapat segera terwujud agar dapat membantu korban, termasuk jurnalis yang bertugas di wilayah Sulawesi Tengah.

Jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah per 2 Oktober 2018 siang mencapai 1.234 orang. Gempa dan tsunami juga mengakibatkan 799 orang luka-luka dan 99 orang dikabarkan hilang, serta 61 ribuan orang mengungsi.

Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ada 7 prioritas dalam penanganan korban gempa dan tsunami. Di antaranya yaitu evakuasi korban, percepatan pemulihan jaringan listrik, percepatan pasokan BBM, percepatan jaringan komunikasi dan koordinasi bantuan asing.

“Bantuan internasional saat ini hanya 6 kebutuhan. Alat angkut transportasi udara yang mampu bisa terbang dengan maksimum landas pacunya 2 ribu meter. Sehingga kita harapkan bantuannya dalam bentuk Hercules C-130 yang mau mengangkut barang cukup banyak. Kemudian tenda pengungsi, water treatment, generator, rumah sakit lapangan, tenaga medis dan foging,” pungkasnya. [Ab/is]/Ahmad Bhagaskoro/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*