GEMPA-TSUNAMI SULTENG: Presiden Perintahkan Jajarannya Prioritaskan Empat Hal

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bencana Kampung Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) (Sumber: KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA)

Jakarta, Baranews.co – Presiden Joko Widodo, Selasa (2/10/2018), kembali memaparkan upaya penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah. Presiden memerintahkan jajarannya baik kementerian maupun lembaga negara terkait, memprioritaskan empat hal utama dalam penanganan pascabencana yang dilakukan pemerintah di Sulawesi Tengah.

“Setelah melihat kondisi yang ada di lapangan, ada empat prioritas utama yang segera harus kita tangani,” kata Presiden Jokowi mengawali rapat terbatas membahas penanganan dampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa pagi.

Keempat prioritas utama itu adalah evakuasi korban, pertolongan medis, penanganan pengungsi, dan perbaikan infrastruktur. Untuk mempercepat proses evakuasi, baik pencarian maupun penyelamatan korban, Presiden telah meminta Kepala Basarnas Muhammad Syaugi untuk menambah personel SAR. Dengan begitu, akan lebih banyak lagi daerah terdampak gempa dan tsunami yang dijangkau oleh tim SAR.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Presiden Joko Widodo meninjau Perumahan Nasional Balaroa yang rusak total akibat gempa di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Presiden menjanjikan mendatangkan alat berat untuk membantu mencari korban yang masih banyak tertimbun.

Tidak hanya itu Presiden juga telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengerahkan alat-alat berat yang berada di wilayah Sulawesi untuk dimobilisasi ke daerah terdampak gempa. Bahkan bila perlu, pemerintah meminjam alat berat pada pihak swasta.

Terkait pertolongan medis, Kepala Negara meminta seluruh kementerian yang masih memiliki tenda besar agar mengirim tenda ke Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Selain itu Kementerian Kesehatan juga diminta memperbanyak posko kesehatan serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan. Sebab Presiden Jokowi melihat tenda-tenda untuk penanganan korban masih relatif kurang.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Perumahan Nasional Balaroa di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018), luluh lantak akibat gempa. Pencarian korban masih mengalami kesulitan karena tertimbun beton dan puing-puing bangunan.

Untuk penanganan pengungsi, Presiden Jokowi meminta jajarannya memastikan semua kebutuhan pengungsi, baik bahan pangan, air bersih, dan tempat MCK (mandi, cuci, kakus), terpenuhi. Untuk itu Kepala Negara meminta TNI dan Polri menjaga distribusi logistik agar betul-betul sampai ke masyarakat.

Sementara untuk perbaikan infrastruktur, Presiden ingin segera diselesaikan, terutama bandara dan jalan. “Saya minta Kementerian PUPR agar dibantu penanganan perbaikan runaway airport, sehingga airport di palu bisa normal kembali, sehingga mobilisasi logistik, evakuasi korban bisa dilakukan. Dan juga pesawat-pesawat komersial, saya minta menteri perhubungan mendorong agar bisa berjalan normal kembali,” kata Presiden Jokowi. (ANITA YOSSIHARA/Harian KOMPAS).

Be the first to comment

Leave a Reply