Sambut Masa Kampanye, Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin Serukan Pemilu Damai

Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) mendukung deklarasi Indonesia damai, pada Minggu (23/9/2018) di FX Sudirman, Jakarta Selatan. (Sumber: DIONISIO DAMARA UNTUK KOMPAS)

Jakarta, Baranews.co – Gerakan Wadyabala Jokowi yang terdaftar dalam Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menyerukan pemilihan umum secara damai, pada Minggu (23/9/2018) di FX Sudirman, Jakarta Selatan. Acara itu diisi dengan tari daerah, orasi damai, dan flash mob.

Ketua Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Shanty Sys NS mengatakan, acara ini bertujuan untuk menyongsong pesta demokrasi mendatang dengan semangat damai, hati riang, dan saling menjaga persatuan Indonesia.

“Karena kita sejatinya satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Mari jaga persatuan dan kesatuan, sebagai Indonesia yang satu dan damai,” kata Shanty di sela-sela acara. Selain itu, acara ini bertujuan untuk menjaga tali persaudaraan antar-relawan.

DIONISIO DAMARA UNTUK KOMPAS

Ketua Umum Gerakan Wadyabala (GWJ) Shanty Sys Ns.

Sebelumnya, pada Jumat (21/9/2018) setelah penentuan nomor urut pasangan calon, Jokowi mengajak semua komponen bangsa untuk menjadikan pemilihan presiden (pilpres) memberi pendidikan politik kepada masyarakat guna mematangkan demokrasi. Dengan dasar ini, ia mengajak kontestasi diarahkan pada adu program, gagasan, ide, dan rekam jejak.

Musisi kawakan Jelly Tobing berharap, pilpres mendatang dapat menggunakan konsep seperti yang diterapkan The Beatles dalam membuat lagu, yaitu love, peace, dan friendship, katanya.

DIONISIO DAMARA UNTUK KOMPAS

Jelly Tobing

Dia mengatakan, hal itu bisa diterapkan pada pilpres agar tidak tercipta kampanye yang menimbulkan perpecahan. Baginya, pilpres tidak boleh menjadi ajang untuk saling menjatuhkan, mencela, dan menyebarkan hoaks.

Bambang Iriyanto, salah seorang relawan GKJ mengaku cukup khawatir dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Dia mengatakan, media sosial tidak boleh dipercaya seratus persen apabila tidak dibarengi dengan verifikasi yang mendalam. (DIONISIO DAMARA/Harian KOMPAS)

Be the first to comment

Leave a Reply