Badan Federal Selidiki Ledakan Gas Alam Dekat Boston

Kepala Badan Keselamatan Transportasi Nasional mengatakan para penyidik tidak mencurigai adanya unsur kriminal atau niat jahat dalam serangkaian ledakan jalur pipa gas alam pada Kamis (13/9) di sebelah utara Boston yang menewaskan satu orang dan membakar puluhan rumah.

Rumah yang dimiliki Petugas Kepolisian Lawrence Ivan Soto tampak hampir habis terbakar di Jalan Jefferson, di Lawrence, 14 September 2018. Rumah Lawrence adalah satu dari sekian banyak rumah yang terbakar akibat ledakan gas.

Baranews.co – Kepala Badan Keselamatan Transportasi Nasional mengatakan para penyidik tidak mencurigai adanya unsur kriminal atau niat jahat dalam serangkaian ledakan jalur pipa gas alam pada Kamis (13/9) di sebelah utara Boston yang menewaskan satu orang dan membakar puluhan rumah.

Robert Sumwalt, kepala NTSB, mengatakan kepada para wartawan, Sabtu (15/9), bahwa para pejabat NTSB berada di tempat kejadian bukan untuk menentukan kapan warga bisa kembali ke rumah mereka. Dia mengatakan para penyidiknya berencana mendalami penyebab kecelakaan dan bisa memakan waktu sampai dua tahun.

Sumwalt mengatakan para pejabat NTSB kemungkinan berada di Massachusetts antara tujuh sampai sepuluh hari, mendokumentasikan kerusakan, mengumpulkan catatan dan bukti-bukti.

Dia mengatakan para penyidik ingin mencari tahu apa yang diketahui oleh pihak penanggungjawab pipa-pipa tersebut sebelum ledakan terjadi Kamis malam. Kata Sumwalt, para penyidik juga akan memeriksa apakah terdapat keluhan mengenai bau gas di wilayah itu beberapa hari sebelum ledakan, serta catatan apapun mengenai kerusakan, perbaikan, atau inspeksi belakangan ini.

Sementara itu, perusahaan gas alam yang bertanggungjawab atas pipa-pipa yang rusak itu, menghadapi kritikan tajam.

Kepala Colombia Gas, Stephen Braynt, pada Jumat (14/9) menyampaikan “belasungkawa yang tulus dan terdalam” kepada keluarga Leonel Rondon, remaja 18 tahun yang tewas saat sebuah cerobong jatuh menimpa mobilnya setelah sebuah rumah meledak.

Dalam konferensi pers, Bryant membantah kritikan bahwa perusahaannya kurang cepat dan tanggap dalam menangani krisis itu. “Pada umumnya, kami telah menanggapinya secepat mungkin,” katanya. “Saya rasa tidak ada pihak manapun yang mampu menanganinya lebih jauh daripada kami.” (voaindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*