TGB Sesalkan SBY Termakan Hoaks soal Prasasti Bandara Lombok

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, akrab disapa Tuan Guru Bajang(TGB), menghormati penetapan nama pahlawan nasional untuk Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid oleh Presiden Joko Widodo melalui SK Menteri Perhubungan.

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi menyatakan masyarakat Lombok tidak akan melupakan jasa SBY selama menjadi presiden. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Baranews.co – Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, akrab disapa Tuan Guru Bajang(TGB), menghormati penetapan nama pahlawan nasional untuk Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid oleh Presiden Joko Widodo melalui SK Menteri Perhubungan.

Terlepas dari perubahan nama tersebut, TGB memastikan prasasti yang ditandatangani oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2011 masih akan tetap ada.

“Kami masyarakat Lombok berterima kasih pada Pak Jokowi atas penetapan nama bandara yang mengabadikan nama pahlawan nasional satu-satunya dari NTB, yaitu Muhammad Zainuddin Abdul Madjid,” tegas Zainul Majdi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (13/9).
Sebelumnya pada 5 September 2018, pemerintah melalui Menhub Budi Karya menetapkan bendara Lombok dengan nama Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Presiden Jokowi dijadwalkan meresmikan penetapan nama bandara tersebut dalam beberapa hari mendatang. Peresmian tersebut tak menutup kemungkinan ditandai dengan satu prasasti.

TGB Sesalkan SBY Diberi Hoaks soal Prasasti Bandara Lombok
Susilo Bambang Yudhoyono. (CNN Indonesia/Safir Makki)

TGB menegaskan bahwa Bandara Internasional Lombok diresmikan beroperasinya oleh SBY pada 20 Oktober 2011 yang lalu.

“Pada saat itu, Pak SBY menandatangani prasasti peresmian Bandara. Namun tentu saja bukan berarti prasasti Pak SBY akan dicopot sebagaimana yang Pak SBY sampaikan. Pemerintah dan Masyarakat Lombok tidak pernah ada keinginan seperti itu,” kata TGB.
TGB menjelaskan peresmian operasional bandara adalah satu hal, penetapan nama bandara dengan nama pahlawan nasional adalah hal lain. Itu dua hal yang berbeda.

“Saya sangat menyayangkan Pak SBY diberi kabar hoaks mengenai rencana pencopotan prasasti, hingga mengeluarkan statement yang keliru,” ujarnnya.

TGB memastkan tidak ada yang berniat menghilangkan jejak Presiden SBY.

“Jasa beliau dihargai, sehingga tidak perlu ada yang sensi. Saya pastikan Pak Jokowi bukan orang yang suka menafikan jasa pemimpin sebelumnya, bahkan beliau selalu mengapresiasi karya pendahulunya,” ujarnya. (cnnindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*