Diancam Wamil, Son Ingin Selamatkan Karir di Asian Games 2018

Sumber: dw.com

Bintang sepakbola Korea Selatan bertaruh nasib di Asian Games 2018. Jika gagal mendulang emas, dia harus mengikuti wajib militer selama hampir dua tahun yang sekaligus akan menamatkan karirnya di Eropa.

Baranews.co – Siapa nyana, laga paling menentukan dalam karir Heung-Min Son bukan digelar nun jauh di Eropa, melainkan di stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat. Karena hanya kemenangan atas Jepang di final Asian Games 2018 yang bisa membebaskan ke20 pemain Korea Selatan dari wajib militer.Untuk itu Son bahkan rela berpisah dari timnya, Tottenham Hotspur, yang sedang mengawali musim baru di Premier League. Tanpanya Spurs tidak hanya menaklukkan Manchester United di Old Trafford, tetapi juga menduduki urutan kedua klasemen sementara. Tidak heran jika petualangan Son di Indonesia bisa menjauhkannya dari tim inti Tottenham.

Baca Juga: Kalah dari Korsel, Löw Mengakui: “Kami Pantas Tersingkir!” 

“Saya siap untuk itu. Bahkan jika saya tidak bermain saya akan menunggu kesempatan saya. Kami satu tim dan saya akan siap bermain untuk tim saya,” ujarnya datar.

Lantaran berlaga di Asian Games, Son akan absen dari Premiere League hingga pertengahan September, ketika liga-liga Eropa beristirahat menyusul pertandingan persahabatan. Namun begitu ia lebih berani mengambil risiko tersisih dari tim inti Spurs ketimbang menjalani wajib militer yang akan menelan waktu hingga 25 bulan.

Namun untuk atlet yang berlaga di Asian Games, pemerintah Korea Selatan menawarkan pengecualian bagi pemenang medali emas. Bagi atlet berprestasi, militer hanya mewajibkan mereka untuk mengikuti pendidikan dasar selama empat pekan. Setelahnya aktivitas mereka di cabang olahraga masing-masing akan diakui sebagai bagian dari wajib militer.

Pengecualian ini pernah diberikan buat Hyeon Chung, petenis Korea Selatan yang merebut medali emas di Asian Games 2014, Incheon.

Baca JugaReuni Keluarga Korea Utara dan Selatan Setelah Terpisah Selama 65 Tahun:   

Buat Son, perjalanan menuju medali emas tidak akan mudah. Jepang adalah lawan terkuat Korea Selatan di Asia. Meski kondisi iklim yang asing, dia yakin berada dalam kondisi fisik yang bugar untuk melakoni laga final tersebut. “Tentu saja situasinya berbeda dengan cuaca dan kelembapan, lapangannya juga berbeda,” kata dia.

“Saya tidak bisa mengatakan apapun, tapi pertandingan ini sangat penting. Kami sangat kuat secara mental dan kami bisa mengalahkan siapapun di final.”

Jika menang Son bisa melanjutkan karirnya di Tottenham Hotspur atau di klub lain di Eropa. Tapi jika kalah, ia akan menghilang dari jagad sepakbola papan atas dunia dan baru kembali ketika menginjak usia 28 tahun. [rzn/yf (rtr,sid)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply