Australia Siap Menolak Chelsea Manning

Dalam foto tanggal 18 April 2018 ini, Chelsea Manning menyampaikan orasi dalam sebuah unjuk rasa di Baltimore, Amerika Serikat. Manning yang dituduh membocorkan rahasia negara oleh pengadilan AS tidak akan diizinkan masuk ke Australia. (Sumber: Kompas/AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY, FILE)

Baranews.co – Pemerintah Australia sedang bersiap-siap untuk menolak Chelsea Manning datang ke negara itu. Prajurit Amerika Serikat yang menjadi “peniup peluit” (whistleblower) itu dijadwalkan berbicara di Opera House di Sydney pada Minggu (2/9/2018). Ia juga dijadwalkan berbicara di Brisbane serta Melbourne.

Manning dipenjara tujuh tahun, termasuk 11 bulan dalam kurungan pengasingan (solitary confinement), karena mengirim 750.000 dokumen militer dan diplomatik rahasia ke WikiLeaks. Ia sebelumnya dijatuhi hukuman penjara 35 tahun, tetapi Barack Obama mengurangi hukumannya hanya beberapa hari sebelum Presiden Amerika Serikat ini mengakhiri masa bakti pada Januari 2017.

Think Inc. yang mengundang Manning ke Australia, menulis kepada pendukungnya untuk melobi David Coleman, Menteri Imigrasi yang baru. “Kami baru saja menerima surat pemberitahuan untuk menolak visa Chelsea sesuai dengan undang-undang imigrasi seksi 501,” tulis Suzi Jamil, pemimpin Think Inc pada pendukungnya seperti dikutip ABC. Seksi 501 memungkinkan menteri untuk menolak visa bila yang bersangkutan tidak lulus “tes karakter”.

Manning dipenjara tujuh tahun, termasuk 11 bulan dalam kurungan pengasingan (solitary confinement), karena mengirim 750.000 dokumen militer dan diplomatik rahasia ke WikiLeaks.

Kementerian Dalam Negeri menolak berkomentar, tetapi juru bicara kementerian itu mengatakan bahwa seseorang bisa gagal tes karakter karena beberapa hal termasuk catatan kriminal atau kehadirannya mengandung risiko bagi masyarakat.

Manning juga dijadwalkan untuk berbicara di Selandia Baru. Namun, sayap kanan-tengah (centre-right) Partai Nasional sedang melobi agar visanya dibatalkan. Manning ditolak masuk ke Kanada pada 2017 tetapi diperkenankan berbicara pada sebuah acara awal tahun ini.

Greg Barns, pengacara Julian Assange yang pendiri Wikileaks, mengatakan penolakan ini di luar kebiasaan karena hukuman Manning sudah dipotong. “Banyak orang datang ke Australia di waktu lalu dan mempunyai catatan kriminal .. . dan dia (Manning) seharusnya tidak dikecualikan,” tutur Barns pada “ABC“.

Manning ditolak masuk ke Kanada pada 2017 tetapi diperkenankan berbicara pada sebuah acara awal tahun ini.

James Brown, mantan anggota Angkatan Darat Australia yang kini menjadi peneliti di United States Study Centre, mengatakan sudah menjadi “buku wajib” untuk melarang Manning masuk ke Australia. “Masuk ke Australia sebagai orang yang bukan warganegara adalah sebuah kemudahan, bukan hak. Seseorang dengan catatan kriminal yang besar tak seharusnya mendapat hak itu, apalagi yang sudah merongrong kepentingan nasional dan keselamatan pasukan kita,” tuturnya pada ABC.

Menurut Rodger Shanahan dari Lowy Institute, Manning bukanlah peniup peluit (whistleblower). “Ketika hakim militer Colonel Denise Lind menjatuhkan hukuman 35 tahun penjara  pada Prajurit Satu itu, ia mengatakan tindakan Manning merupakan ‘tindakan serampangan yang mengundang bahaya bagi orang lain’  dan ‘perbuatan nekad serta sembarangan’,” tulisnya di ABC.

Menurut Shanahan, Manning terbukti bersalah karena melakukan kegiatan mata-mata ketika memberikan materi untuk Wikileaks.

Manning bebas lebih dari setahun lalu dan menjadi aktivis transgender, kerahasiaan data pribadi, dan berusaha menjadi anggota Kongres.

RITZAU SCANPIX/TORBEN CHRISTENSEN VIA REUTERS/FILE PHOTO

Chelsea Manning, yang dituduh membocorkan rahasia negara, berbicara dalam Roskilde Festival 2018 di Gloria Stage, di Denmark, 5 Juli 2018. 

Dalam wawancara dengan ABC, ia mengatakan sulit beradaptasi dengan dunia luar karena perubahan yang terjadi. “Saya merasa di luar sini sudah menjadi penjara yang besar,” tutur Manning pada RN Breakfast.

“Kekhawatiran saya dulu, kekhawatiran yang mendorong saya untuk melakukan apa yang saya lakukan delapan tahun lalu, sekarang sudah bertambah buruk. Keadaan sudah benar-benar mencekam. Negara-negara barat, Amerika dan negara Eropa dan Australia, sedang mengejar-ngejar kelompok minoritas dan menekan orang kulit berwarna, immigran, migran – terutama di Eropa dengan adanya krisis pengungsi,” ujarnya.

Manning tak mau tinggal diam setelah keluar dari penjara. Pada tahun lalu, ia menjadi foto model untuk majalah fesyen Vogue dan menjadi pembicara. Ia menukar jender dari pria ke wanita ketika di dalam penjara. (HARRY BHASKARA Dari BRISBANE, AUSTRALIA/Harian KOMPAS)

Be the first to comment

Leave a Reply