Korea Utara Ingatkan AS: Perundingan Denuklirisasi ‘Mungkin Tak Tercapai’

Stasiun televisi CNN dan suratkabar Washington Post melaporkan Korea Utara pekan lalu telah mengirim surat ke Amerika untuk mengingatkan bahwa perundingan tentang denuklirisasi “mungkin tidak tercapai.”

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan di Singapura, 12 Juni lalu (foto: dok).

Stasiun televisi CNN dan suratkabar Washington Post melaporkan Korea Utara pekan lalu telah mengirim surat ke Amerika untuk mengingatkan bahwa perundingan tentang denuklirisasi “mungkin tidak tercapai.”

Menurut laporan-laporan itu, retorika kasar dalam surat itu membuat Presiden Donald Trump secara tiba-tiba Jumat lalu (24/8) membatalkan lawatan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo yang telah direncanakan sebelumnya.

Lawatan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Korea Utara ini sedianya menjadi lawatan keempat baginya. Tetapi Presiden Trump secara tiba-tiba membatalkan lawatan itu lewat suatu cuitan di Twitter dan menuding China tidak membantu perundingan denuklirisasi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Heather Nauert menolak mengukuhkan atau membantah soal ada tidaknya surat dari Korea Utara yang dilaporkan dua media di Amerika, yang berisi peringatan kepada Presiden Trump bahwa perundingan denuklirisasi itu mungkin berada diambang kegagalan. Sebaliknya, Nauert memberikan alasan ini tentang pembatalan mendadak lawatan itu.

“Seluruh tim keamanan nasional membahas hal ini. Menurut penilaian mereka, ini bukan saat yang tepat untuk melakukan perjalanan. Presiden setuju dengan hal itu dan karena itulah presiden memutuskan untuk memasang beberapa cuitan mengumumkan keputusan tersebut,” kata Nauert.

Duta Besar Amerika Untuk PBB Nikki Haley mengatakan mungkin Korea Utara telah mengubah sikap terhadap denuklirisasi, tetapi menambahkan Amerika tidak akan mengubah sikapnya tentang pengenaan sanksi-sanksi terhadap Korea Utara

“Sisi positifnya adalah kita telah menetapkan sanksi-sanksi yang pada dasarnya telah memangkas 90% perdagangan dan 30% minyak mereka. Kita tetap menjalankan sanksi-sanksi itu sehingga mereka terpaksa mengemis bantuan keuangan,” ujar Haley.

Menteri Pertahanan Jim Mattis mengatakan ia melakukan koordinasi sangat erat dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk memulai kembali latihan militer dengan Korea Selatan.

“Kami telah mengambil langkah untuk menangguhkan beberapa latihan terbesar sebagai itikad baik setelah KTT di Singapura. Saat ini kami tidak berencana untuk menangguhkan latihan militer lagi,” tukas Mattis.

Dengan macetnya pembicaraan denuklirisasi, belum jelas kapan akan terjadi pertemuan tingkat tinggi lain antara Amerika dan Korea Utara. (voaindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply