Wina, Juara Bertahan Kota Paling Layak Huni di Dunia

Gereja Katedral St. Stephen di Wina, Austria, 28 November 2016. (Sumber: VOA Indonesia/Reuters)

Ibu Kota Austria, Wina, kembali mempertahankan posisi sebagai kota yang menawarkan kualitas hidup terbaik di dunia. Sedangkan Baghdad, ibu kota Irak, masih menjadi kota yang terburuk, menurut survei tahunan konsultan Mercer.

Baranews.co – Survei Mercer terhadap 231 kota membantu perusahaan dan organisasi untuk menentukan kompensasi dan tunjangan untuk para staf internasional. Kriteria yang dipakai termasuk stabilitas politik, layanan kesehatan, pendidikan, kriminalitas, rekreasi dan transportasi.

Ada delapan kota Eropa yang masuk ke jajaran 10 kota paling layak huni: Jerman dan Swiss masing-masing punya 3 kota di jajaran 10 teratas. Sedangkan Selandia Baru, Kanada dan Australia, masing-masing menyumbang satu kota.

Dengan populasi 1,8 juta orang, Wina berada di puncak jajak pendapat selama 9 tahun berturut-turut. Wina membanggakan kegiatan budayanya, layanan kesehatan yang lengkap dan perumahan dengan biaya terjangkau.

Setelah Wina, posisi berikutnya adalah Zurich di Swiss, Auckland di Selandia Baru dan Munich di Jerman, di posisi ketiga.

Vancouver berada di posisi kelima dengan menawarkan kualitas hidup terbaik di Amerika Utara. Singapura berada di urutan ke-25 dan Montevideo di peringkat ke-77. Kedua kota tersebut berada di peringkat atas kota-kota Asia dan Amerika Latin. Kota terbaik Afrika dalam daftar tersebut adalah Durban di Afrika Selatan, pada peringkat ke-89.

Setahun sebelum Inggris meninggalkan Uni Eropa, London jatuh satu peringkat menjadi 41 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kota Baghdad, Irak, dilihat dari udara, 4 Maret 2018. Gambar diambil dari helikopter.
Kota Baghdad, Irak, dilihat dari udara, 4 Maret 2018. Gambar diambil dari helikopter.

Selama lebih dari 20 tahun, standar hidup meningkat di sebagian besar kota-kota Eropa timur, seperti Sarajevo, sekarang pada peringkat 159 dan Bratislava, pada peringkat 80, menurut laporan tersebut.

“Sebagai akibat meningkatnya standar hidup, pasar tenaga kerja yang bersaing dan ketersediaan tenaga kerja, banyak kota-kota ini mulai menarik perusahaan multinasional untuk mendirikan perusahaan baru,” kata Martine Ferland, Presiden Eropa dan Pasifik.

Baghdad tetap berada di urutan paling bawah dari daftar selama satu dekade. Gelombang kekerasan sectarian telah melanda kota itu sejak invasi yang dipimpin Amerika pada 2003.

Ibu Kota Yaman, Sanaa, yang hancur karena konflik, berada dua peringkat di atas Baghdad. Ibu Kota Suriah, Damaskus, berada enam peringkat di atas Ibu Kota Irak, meski dikoyak perang saudara yang sudah berjalan tujuh tahun. [ft/dw]/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply