PSIKOLOGI – Gairah Kerja Menurun

Ilustrasi (Sumber: Kompas)
AGUSTINE DWIPUTRI (Sumber: Kompas)

Oleh: AGUSTINE DWIPUTRI

Saya, laki-laki usia 40 tahun, berkeluarga dengan 2 anak, istri bekerja sebagai guru. Masalah saya berkaitan dengan semangat kerja akhir-akhir ini yang sangat menurun.

Sebenarnya cita-cita awal saya adalah mengajar, tetapi karena jenjang dan bidang studi yang saya tempuh adalah sarjana ilmu komputer, saya lalu bekerja sebagai staf IT di sebuah perusahaan swasta sampai sekarang sudah 14 tahun. Posisi saya cukup baik, rekan dan atasan rasanya oke-oke saja, penghasilan yang saya terima juga cukup ketimbang apabila menjadi guru. Namun, hati kecil saya kok masih ingin mengajar, apalagi kalau mendengar cerita istri. Saya merasa suka malas ke kantor dan bekerja asal-asalan, padahal dahulu tidak begitu. Apa yang sebaiknya saya lakukan?

Bd di M.

Bapak tidak sendirian, ada banyak orang yang mengalami kebimbangan dalam memilih sebuah pekerjaan. Di satu sisi, Bapak sudah mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang mapan, tetapi di sisi lain merasa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan passion.

Bapak perlu merenungkan mendalam, apa sebenarnya yang terjadi pada diri pribadi. Apakah benar ingin beralih profesi menjadi pengajar sekaligus wirausaha dengan membuka kursus sendiri atau sebenarnya lebih karena bosan dan perlu tantangan baru di pekerjaan yang lama. Pekerjaan jika bukan sesuai dengan minat atau gairahnya terkadang memang menjadi dilakukan dengan kurang sepenuh hati. Akan tetapi, semua membutuhkan proses dan pertimbangan sehingga tidak salah dalam mengambil keputusan.

Berikut beberapa pandangan tentang kerja yang mungkin dapat membantu menata ulang pikiran.

Menurut Rob Dial (2018), rata-rata orang dengan usia harapan hidup sampai 80 tahun waktunya dipakai untuk bekerja antara usia 20 dan 65 tahun. Sisa hidup setelah itu hanya sedikit. Oleh karena itu, jangan sampai membuang waktu untuk mengerjakan pekerjaan yang tak kita sukai. Jangan, misalnya, hanya karena memikirkan harus dapat uang banyak, hanya terpengaruh pada pencapaian orang lain, ingin rumah seperti si A, dan seterusnya. ”Do something that you love, you were born to thrive. It’s never too late to start,” katanya. Namun Dial juga menyitir polling dari Gallup yang mengatakan bahwa lebih dari 85 persen orang di Amerika tidak menikmati atau tak suka dengan pekerjaannya, di Asia lebih tinggi lagi.

Confucius berkata, ”Pilih pekerjaan yang Anda cintai, dan Anda tidak akan pernah harus bekerja seumur hidup Anda.”

Menanggapi hal ini, Scivicque (dalam Illif, 2015) berpendapat bahwa nasihat karier tentang ”lakukan apa yang Anda cintai” sebenarnya agak seperti dongeng. Ketika sesuatu yang Anda sukai menjadi pekerjaan, secara mendasar—dan tidak dapat dihindari— akan mengubah cara Anda berinteraksi dengannya. Daripada berfokus melakukan apa yang Anda sukai sehingga pekerjaan tidak akan terasa seperti ”kerja”, luangkan waktu untuk mencari tahu apa arti pekerjaan bagi Anda. Apa yang ingin Anda dapatkan dari bekerja secara mental, fisik, sosial, dan spiritual?

Jadi tampaknya melakukan apa yang Anda cintai untuk hidup adalah hal yang lebih kompleks daripada mengubah gairah menjadi pekerjaan yang dibayar. Perencanaan yang cermat, beban jaringan kerja dan panduan yang tepat dari tugas-tugas harian yang berjalan seiring dengan segala jenis pekerjaan, akan selalu ada.

Menyalakan gairah kerja

Apabila Anda perlu menghidupkan kembali minat dan semangat untuk mempertahankan antusiasme kerja, karena sudah lebih dari 10 tahun bekerja di tempat yang sama, berikut adalah 6 (enam) cara yang dikumpulkan Kate Ashford (2017) untuk dicoba.

Libatkan otak Anda

Jika seseorang sudah mengatakan benci pada pekerjaannya, mungkin sekali karena ia mulai bosan. Dalam kondisi seperti ini, hal termudah yang mungkin dapat dilakukan adalah mempelajari sesuatu yang baru. Segeralah mendaftar program pengembangan diri di kantor atau mengikuti suatu kursus yang akan membuka pikiran, menambah wawasan ataupun keterampilan kerja yang baru. Hal semacam ini dapat memulihkan semangat kerja Anda.

Temukan makna kerja Anda

Melihat gambaran besar dari pekerjaan Anda dapat membantu mengatasi tugas dan persoalan kerja harian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa individu paling terlibat di tempat kerjanya ketika tujuan dan tindakan mereka secara pribadi bermakna. Nilai yang dianut setiap orang untuk menimbulkan makna memang bervariasi. Untuk sebagian orang, mungkin dengan mengajar akan memberi makna hidup. Bagi yang lain, memberikan pendampingan bagi penyintas bencana akan menimbulkan kepuasan hidup. Jadi cobalah memikirkan mengapa Anda masuk ke bidang pekerjaan Anda semula, dan apakah Anda masih berada di jalur yang sama. Memperbarui komitmen terhadap tujuan semula atau membuat yang baru dapat memberi rasa bertujuan yang diperbarui.

Bantu orang lain untuk maju

”Pengalaman membantu, dihargai, dan melihat orang lain berkembang merupakan sesuatu yang sangat memuaskan dan dapat menciptakan dorongan yang luar biasa dari rasa sejahtera dan kebahagiaan,” kata Halelly Azulay. Jadi, menjadi mentor bagi orang yang lebih muda di pekerjaan dapat meningkatkan antusiasme Anda atas apa yang Anda lakukan. Atau cobalah menawarkan diri pada perusahaan atau asosiasi alumni kampus Anda untuk melihat apakah ada program mentoring yang dapat Anda ikuti. Dengan demikian, akan ada sesuatu yang terasa sangat memuaskan karena telah menyampaikan ”warisan”, terutama jika Anda telah berada di karier Anda selama puluhan tahun.

Mintalah lebih banyak

Lihatlah di sekitar perusahaan Anda. Adakah proyek yang membutuhkan tambahan tenaga atau bahkan orang tersendiri untuk menjalankannya? Bagi orang-orang yang bosan dengan pekerjaan mereka, cobalah meminta tanggung jawab baru, bukan kenaikan gaji atau promosi. Bisa jadi mendapatkan tantangan baru adalah hal yang Anda butuhkan.

”Kosongkan” (hilangkan kekacauan) kantor Anda

Dapatkah Anda ingat kapan terakhir kali meja Anda bersih? Atau ketika ruangan kantor Anda bebas dari pernak-pernik yang tidak berguna dari berbagai mitra kerja dan acara? Ingatlah saat Anda bersumpah untuk mengosongkan inbox di e-mail Anda? Saat Anda mulai mengosongkan meja kerja, termasuk isi komputer, Anda telah membuat keputusan tentang ”Saya menghargai ini” dan ”Saya tidak menghargai itu”. Hal demikian benar-benar dapat membantu Anda memahami apa yang Anda inginkan dalam pekerjaan dan hal-hal apa yang penting bagi Anda.

Terbuka untuk berubah

Rata-rata orang beberapa kali mengubah karier sepanjang hidup mereka. Mungkin sudah waktunya memikirkan apakah posisi Anda saat ini masih sesuai. Jika Anda sedang menjalani masa pertengahan karier dan tiba-tiba menyadari bahwa Anda tidak senang dengan apa yang Anda kerjakan, cobalah pertimbangkan perubahan dalam karier. Memang ada risikonya karenanya perlu sungguh-sungguh dipikirkan.

Semoga mencerahkan. (Harian KOMPAS)

Be the first to comment

Leave a Reply