Senangnya Santri Ma’ruf Amin di Banten Kala Kiainya Jadi Cawapres

Ponpes Mar'uf Amin (Sumber: bahtiar/detikcom)

Serang, Baranews.co – Para santri di Ponpes An Nawawi Tanara mengaku gembira mendengar Kiai Ma’ruf Amin jadi cawapres. Mereka kebanyakan tidak menyangka pengasuh mereka bisa jadi pendamping Jokowi.

Selama ini, Kiai Ma’ruf Amin menjadi pengasuh di pondok tersebut. Setiap Minggu para santri diajarkan khusus mengenai ilmu tafsir dari kitab berjudul Tafsir Al Jalalain. Biasanya, pengajaran dilakukan setelah Subuh sampai pukul 07.00 WIB.

Salah satu santri Bahrum Ulum mengatakan, mendengar kiai mereka dijadikan cawapres, ratusan santri langsung berangkat ke Jakarta pada pukul 03.00 WIB tadi. Mereka datang untuk memberikan dukungan kepada kiai mereka.

Para santri juga menurutnya ikut senang. Apalagi, Ma’ruf Amin yang mereka panggil Mbah Yai adalah teladan mereka. “Kita di sini senang dengar itu, kita mendukung saja,” kata Ulum kepada wartawan di Ponpes An Nawawi Tanara, Serang, Banten, Jumat (10/8/2018).

Sambil bergurau, Ulum yang juga pengurus mengatakan, ada santri yang malah ketakutan saat kiai mereka jadi cawapres. Katanya, mereka takut dengan adanya penjagaan polisi pondok jadi lebih ketat.

“Ada yang takut juga, kan biasanya ada santri yang suka kabur-kaburan keluar pesantren,” katanya sambil tertawa.

Di pondok ini, Ulum mengatakan menggunakan sistem pendidikan terpadu. Selain diajarkan ilmu-ilmu umum, mereka diajarkan kitab kuning. Beberapa kitab misalkan ada Jurumiyah, Amil, sampai Sorof.

Pantauan detikcom, Ponpes An Nawawi Tanara sendiri mulai dijaga oleh kepolisian dari Polsek Tanara. Penjagaan dilakukan untuk pengamanan lingkungan pondok.

Salah satu polisi yang berjaga Aiptu Ali Munif mengatakan, penjagaan dilakukan sejak pukul 20.00 WIB tadi malam. Ia juga membenarkan bahwa para santri dengan 2 bus berangkat ke Jakarta sekitar pukul 03.00 WIB pagi.

“Tadi pada berangkat sebelum subuh. Pakai dua bus ada ratusan santri sama pengurus,” ujarnya. (bri/asp)/Bahtiar Rifa’i – detikNews/bh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*