Apakah Kejahatan Kebencian di AS Memuncak?

Gambar Samuel Woodward ditayangkan di layar, pada saat Jaksa Distrik Orange County, Tony Rackauckas (kanan), berbicara dalam konferensi pers di Santa Ana, California, 2 Agustus 2018. Rackauckas mengatakan para pejabat akan mengajukan peningkatan hukuman kejahatan kebencian terhadap Woodward, 21 tahun, atas pembunuhan Blaze Bernstein, 19 tahun. (Sumber: VOA Indonesia/AP)

Setelah empat tahun naik tajam, kejahatan berbasis kebencian di sebagian besar kota di Amerika turun dalam paruh pertama 2018, data awal kepolisian menunjukkan.

Jumlah insiden kebencian di enam kota terpadat di Amerika turun hampir 15 persen dari Januari hingga Juni, menurut data departemen kepolisian yang dikumpulkan Pusat Kajian Kebencian dan Ekstremisme pada University of California di San Bernardino.

Empat dari enam kota besar itu, New York City, Los Angeles, Chicago, dan Phoenix mencatat penurunan tajam, tetapi Houston dan Philadelphia melaporkan jumlah yang lebih tinggi. Data kejahatan yang dikumpulkan dari delapan kota besar lain menunjukkan gambaran sama, dengan kecenderungan seluruhnya menurun.

Penurunan itu terjadi setelah kejahatan kebencian naik tajam selama empat tahun di wilayah metropolitan terbesar di Amerika. Para pakar mengaitkan kenaikan kejahatan kebencian dengan kemunculan nasionalisme kulit putih dan kecaman pedas politik di antara faktor-faktor lain.

Brian Levin, direktur Pusat Kajian Kebencian dan Ekstremisme, mengatakan masih terlalu dini memprediksi kecenderungan naik kejahatan kebencian selama bertahun-tahun akan berbalik pada 2018.[ka]/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*