Elite agar Jaga Suasana Kondusif

Jakarta, Baranews.co – Pendaftaran calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2019 mulai dibuka (4/8/2018), hingga tujuh hari mendatang. Elite politik diminta menjaga situasi politik tetap kondusif, salah satunya dengan tidak menggunakan atribut ataupun narasi provokatif saat mengantar pasangan calon presiden dan wakil presiden mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum.

Untuk memantapkan persiapan pendaftaran tersebut, KPU menggelar rapat koordinasi teknis pendaftaran bersama perwakilan partai politik peserta Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (3/8). Rapat juga dihadiri perwakilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Agar suasana tetap kondusif, anggota Bawaslu, M Afifuddin, meminta para pendukung pasangan capres dan cawapres tidak menggunakan atribut ataupun narasi provokatif.

Ketua KPU Arief Budiman mengingatkan pengurus parpol agar menginformasikan kepada KPU sehari sebelum mendaftarkan calonnya.

Masih alot

Sehari menjelang dibukanya pendaftaran, sosok cawapres untuk Joko Widodo ataupun Prabowo Subianto masih alot. Bangunan koalisi di setiap kubu sama-sama rapuh karena usulan cawapres dari tiap parpol anggota koalisi belum mencapai titik temu.

Lobi politik di kubu pendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pun belum berhasil menentukan cawapres. Pada Jumat malam, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais bergantian menyambangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta. Prabowo berdiskusi sekitar satu jam dengan Hinca dan 30 menit dengan Amien.

Ketika keluar dari kediamannya sekitar pukul 20.15, Prabowo mengatakan, pihaknya terus bermusyawarah untuk menentukan cawapresnya. ”Kami cari yang terbaik. Yang penting itikad terbaik untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Secara terpisah, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, pihaknya akan bermusyawarah menentukan sikap politik Pemilu 2019 dalam Rapat Kerja Nasional PAN 2018 di Jakarta, Senin-Selasa (6-7/8/2018). Komunikasi intens dengan elite politik pun terus dibangun.

Terkait dengan koalisi Jokowi, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto seusai bersilaturahmi dengan presiden ke-3 RI, BJ Habibie, mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya nama cawapres kepada Presiden Jokowi. “Partai Golkar mengapresiasi aspirasi yang ada,” kata Airlangga.

Adapun Komandan Satuan Tugas Bersama Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dalam orasi politiknya, menyatakan, dia ingin mengambil peran penting dalam kemajuan bangsa. “Saya akan terus mempersiapkan diri, apakah saya akan mendapatkan takdir tertentu tahun ini atau 2019 mendatang atau takdir lainnya, kita tidak pernah tahu hanya Allah SWT yang tahu,” ujar Agus.

Adapun Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto mengatakan, ada 6 nama yang dipertimbangkan menjadi cawapres Jokowi.

Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengatakan, kiai-kiai Nahdlatul Ulama berencana bertemu Pengurus Besar NU (PBNU) untuk menyampaikan aspirasi agar Muhaimin menjadi cawapres Jokowi. (GAL/AGE/E03/E18/SAN/Harian KOMPAS).

Be the first to comment

Leave a Reply