Kompetisi Hyperloop Pod Cari Moda Transportasi Baru

Kereta api futuristik yang melakukan perjalanan melalui terowongan khusus, dapat mencapai Los Angeles dan San Fransisco dalam 30 menit. Ini adalah impian Elon Musk, pendiri SpaceX, pada tahun 2013. Dan setiap tahun ia semakin membuat impian itu menjadi kenyataan. Akhir Juli lalu hal ini ditandai dengan kompetisi tahunan "Hyperloop Pod" di Los Angeles, suatu kompetisi yang sekali lagi menciptakan rekor kecepatan baru.

Kompetisi "Hyperloop Pod" di Los Angeles, suatu kompetisi yang sekali lagi menciptakan rekor kecepatan baru.

Baranews.co – Kereta api futuristik yang melakukan perjalanan melalui terowongan khusus, dapat mencapai Los Angeles dan San Fransisco dalam 30 menit. Ini adalah impian Elon Musk, pendiri SpaceX, pada tahun 2013. Dan setiap tahun ia semakin membuat impian itu menjadi kenyataan. Akhir Juli lalu hal ini ditandai dengan kompetisi tahunan “Hyperloop Pod” di Los Angeles, suatu kompetisi yang sekali lagi menciptakan rekor kecepatan baru.

Empat ratus enam puluh tujuh kilometer per jam atau hampir 300 mil per jam. Inilah rekor kecepatan baru yang diciptakan oleh WARR Hyperloop, sebuah tim mahasiswa teknik Jerman di kompetisi “Hyperloop Pod” tahunan ketiga di Los Angeles. Semua mengatakan lebih dari 600 tim dari seluruh dunia ikut serta dalam kompetisi itu, 20 di antaranya berhasil mencapai final, tetapi hanya tiga yang cukup cepat untuk menguji piranti mereka di terowongan vakum yang khusus dibangun, dengan jarak lebih dari satu kilometer.

Kriteria utamanya adalah kecepatan.

Florian Janke dari WARR Hyperloop mengatakan, “Kami mencoba disain berbeda: satu motor besar, dua motor besar pada poros yang sama – yang juga merupakan ide yang cukup baik. Tetapi pada akhirnya kami melihat motor yang sangat kecil ini memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang sangat baik, dan kami menggunakan solusi ini, dan simulasi menunjukkan bahwa ini akan menjadi pilihan terbaik.”

Namun ada kesulitan yang tidak terduga. Di antara tantangan itu adalah komponen elektronik yang tidak dirancang untuk bekerja di dalam ruang hampa.

“Kami membeli sel D dan mengumpulkan mereka semua bersama-sama. Kami menekan dalam piranti ini, kami mencetak seluruh struktur di sekitarnya secara tiga dimensi, kami melakukan seluruh tes performa ini sendiri. Pada dasarnya yang memberi kehandalan adalah ketika sel-sel ini terpapar vakum, mereka akan berkembang dan menimbulkan risiko ledakan atau kebakaran pada batere. Sementara ketika disimpan di dalam bejana tekan, Anda yakin hal ini tidak akan terjadi,” kata Antoine Coppens dari EPFLOOP.

Tetapi bukan ini satu-satunya masalah yang ingin diselesaikan para pakar teknik ini. Satu tim dari Belanda mengatakan sistem transportasi hyperloop yang berfungsi penuh akan membuat penerbangan jarak pendek menjadi kadaluwarsa.

Jelle Van Der Zon dari DELFT Hyperloop mengatakan, “Kekurangan ini terutama dalam penerbangan antar-benua: penerbangan jarak pendek, 1000-1500 kilometer, itulah jenis transportasi yang kami pikir masih membutuhkan lompatan. Di sinilah Hyperloop akan digunakan. Stasiun pada jarak 500 kilometer ini berarti kita bisa menghubungkan Amsterdam-Brussels-Paris atau Amsterdam-Berlin.”

CEO SpaceX dan sponsor Hyperloop Elon Musk mengatakan kompetisi ini adalah bertujuan mencapai puncak kemampuan teknologi.

“Kompetisi ini adalah tentang mendorong orang berpikir tentang moda transportasi baru, hal-hal yang secara radikal akan mengubah kota dan cara orang berkendara. Saya benar-benar percaya bahwa ini akan menjadi perubahan yang radikal.”

Kompetisi tahun ini menunjukkan para para insinyur sudah hampir mencapai perubahan yang diinginkan. (voaindonesia.hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*