Bertemu Trump, Putin Sebut Siap Perpanjang Perjanjian Nuklir

Presiden Vladimir Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk memperpanjang kesepakatan nuklir New START saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Helsinki, Finlandia

Presiden Vladimir Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk memperpanjang kesepakatan nuklir New START saat bertemu dengan Presiden Donald Trump di Helsinki.

Baranews.co – Presiden Vladimir Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk memperpanjang kesepakatan nuklir New START saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Helsinki, Finlandia, pada Senin (16/7).

“Saya pastikan kepada Presiden Trump bahwa Rusia siap memperpanjang perjanjian ini, tapi kami harus sepakat atas sejumlah hal spesifik terlebih dulu karena kami punya sejumlah pertanyaan untuk Amerika,” ujar Putin kepada Fox News.

Melanjutkan pernyataannya, Putin berkata, “Kami pikir kami tidak sepenuhnya sepakat dengan perjanjian ini, tapi biarkan para ahli yang menentukan.”

Sebagaimana dilansir Reuters, perjanjian yang disepakatai pada 8 April 2010 ini memastikan kedua negara membatasi hulu ledak dan bom nuklir di angka 1.550.


Dengan demikian, peluru kendali balistik antarbenua dan rudal balistik berbasis kapal selam dapat ditekan hingga hanya 700. Sementara itu, rudal balistik berbasis kapal selam dan pengebom hanya bisa mencapai 800.

Namun, Rusia mempertanyakan konversi AS terkait sejumlah kapal selam dan kapal pengebom yang dapat membawa senjata konfensional. Menurut mereka, tak ada yang dapat memasikan kapal itu bisa membawa senjata nuklir atau tidak.

Sementara itu, Trump menganggap kesepakatan ini adalah bentuk negosiasi yang buruk dari pemerintahan Barack Obama.

Kesepakatan ini hanya berlaku sepuluh tahun, tapi bisa diperpanjang hingga lima tahun. Kedua negara harus memutuskan akan memperpanjang atau tidak pada Februari mendatang.

Saat bertemu Putin, Trump sendiri menyebut bawhwa kepemilikan senjata nuklir kedua negara adalah hal yang buruk.

“Saya pikir dunia ingin melihat kami akrab. Kami adalah dua negara nuklir besar. Kami punya 90 persen nuklir–dan itu bukan hal yang baik, itu hal yang buruk,” kata Trump dikutip CNN.

Sebelum tatap muka langsung ini pun, Trump sempat mengatakan kesepakatan terbaik yang bisa dicapai dengan Putin adalah soal penghapusan nuklir di dunia.

“Apa yang akan jadi kesepakatan terbaik? Coba kita lihat. Tak ada senjata nuklir di manapun di dunia, tak ada perang, tak ada masalah, tak ada konflik,” kata Trump. (cnnindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply