Sri Mulyani: Orang Bertanya, Kenapa Saya Harus Bayar Pajak?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditemani Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan usai menghadiri seminar pajak di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Rabu (11/7/2018). (Sumber: KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA)

Jakarta, Baranews.co – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan jajarannya sering mendapat pertanyaan dari masyarakat untuk apa membayar pajak.

Pertanyaan itu sering ditanyakan sekaligus jadi kewajiban Direktorat Jenderal Pajak untuk menjelaskan fungsi dan manfaat yang diterima dari penerimaan pajak.

“Orang bertanya, kenapa saya harus bayar pajak, terutama kalau berhadapan dengan generasi milenial,” kata Sri Mulyani saat berbicara di hadapan peserta seminar pajak di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Rabu (11/7/2018).

Dalam menjawab pertanyaan seperti itu, Sri Mulyani menggunakan perumpamaan pajak seperti tulang punggung di tubuh manusia. Tulang punggung pada dasarnya memiliki peran penting untuk menopang tubuh agar semua organ dan bagian lainnya dapat berfungsi dengan baik.

“Kalau Republik ini ingin bergerak, berdiri tegak, dihormati rakyatnya dan disegani, maka harus ditopang dengan tulang punggung yang kuat. Kalau rapuh, entah osteoporosis, salah bentuk, maka badan ikut kena dampaknya,” tutur Sri Mulyani.

Terlepas dari perumpamaan tentang tulang punggung, Sri Mulyani menyebut pajak sebagai kontrak antara negara dengan rakyatnya. Melalui kontrak tersebut, tercermin komitmen bersama pemerintah dengan rakyat untuk sama-sama memajukan negara dengan berbagai cara, di antaranya menghadirkan keamanan, peningkatan tingkat kesejahteraan, serta peluang untuk berkembang lebih baik lagi.

“Pajak sebagai kontrak antara negara dengan rakyatnya untuk menjaga negara yang berdaulat dan bersatu. Kemudian negara hadir menyiapkan yang diharapkan masyarakat,” ujar Sri Mulyani.

Meski kerap menemui pertanyaan serupa, Sri Mulyani menilai kini semakin banyak orang yang sadar terhadap kewajibannya untuk membayar pajak. Hal itu terlihat dari peningkatan Wajib Pajak (WP) yang melapor Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) tahunannya dari tahun ke tahun yang makin tinggi.

Dia membandingkan, pada 2008 lalu hanya ada 33 persen WP yang lapor SPT tahunannya. Sekarang, yang lapor SPT sudah mencapai 73 persen dari total WP yang tercatat di database Direktorat Jenderal Pajak.

Walaupun sudah makin banyak yang sadar pajak, Sri Mulyani akan terus menggiatkan sosialisasi mengenai pentingnya hal tersebut. Salah satu wujud sosialisasi yang sering dilakukan adalah melalui media sosial dan dalam bentuk yang beragam, mulai dari grafik sampai film pendek. (Andri Donnal Putera/kompas.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*