Rincian Baru Remaja Iran yang Ditangkap Karena Video Tarian

Selegram Iran, Maedeh Hojabri, tampak dalam sebuah video yang diunggah, menampilkan dirinya sedang menari. Seorang sumber mengatakan kepada VOA Bahasa Persia bahwa pihak berwenang Iran menangkap Hojabri sekitar sebulan lalu karena dianggap melanggar norma-norma di negara Islam tersebut. (Sumber: VOA Indonesia).

Baranews.co – Sejumlah rincian baru muncul tentang beberapa perempuan Iran yang baru-baru ini ditangkap karena memasang video berisi rekaman mereka yang sedang menari di media sosial, dan memicu kecaman luas media sosial internasional.

Seseorang yang memahami situasi itu mengatakan kepada “VOA” sekitar satu bulan lalu, bahwa pihak berwenang telah menangkap bintang Instagram, Maedeh Hojabri, dan dua remaja perempuan lain yang memasang video tarian populer itu.

Hojabri, remaja Teheran yang berusia 19 tahun, mendapat banyak pengikut atau followers di Instagram, ketika memasang beberapa cuplikan video dirinya yang sedang menari di rumah, dengan iringan musik Iran dan Barat yang terkenal. Sebagian laporan mengatakan video yang dipasangnya telah menarik 600 ribu pengikut, sebelum akhirnya ditutup oleh pihak berwenang.

Beberapa hari terakhir ini para fans telah menggunakan akun Instagram lain dengan nama Hojabri untuk mendistribusikan cuplikan-cuplikan videonya. Tetapi sejak ditangkap Hojabri belum memasang klip apapun lagi tentang dirinya.

Sumber itu mengatakan tiga perempuan telah dibebaskan dengan jaminan setelah tiga hari, tetapi diharuskan tampil di stasiun televisi Iran, yang merupakan bagian dari upaya mempermalukan mereka di hadapan publik. Salah seorang diantara remaja perempuan itu telah meninggalkan Iran, sementara Hojabri dilarang meninggalkan negara itu dan keberadaannya tidak diketahui.

Sebuah program televisi pemerintah yang diudarakan minggu lalu, “Wrong Path,” menunjukkan gambar beberapa remaja perempuan yang dikatakan telah melanggar norma-norma moral negara Islam tersebut.

Salah seorang remaja perempuan, yang wajahnya disamarkan, menjawab pertanyaan-pertanyaan seorang pewawancara tentang mengapa ia memasang video-video tarian di media sosial. Perempuan, yang oleh para fans diidentifikasi sebagai Hojabri, mengatakan ia membuat video-video itu bagi para fans-nya, dan tidak dimaksudkan untuk mendorong mereka melakukan hal serupa.

Aktivis-aktivis HAM mengatakan penampilan Hojabri dalam program itu merupakan pengakuan paksa terhadap kesalahan yang dilakukan. Menurut mereka, ini adalah strategi yang kerap digunakan Iran untuk membungkam perbedaan pendapat.

Belum ada laporan di media pemerintah Iran tentang penangkapan Hojabri dan dua remaja perempuan lain, atau dakwaan terhadap mereka.

Namun Pusat HAM di Ira yang berkantor di Amerika, mengatakan kepala kepolisian dunia maya Teheran, Touraj Kazemi, menyampaikan pengumuman bertepatan dengan siaran “Wrong Path” itu bahwa orang-orang yang memasang materi “tidak senonoh” di dunia maya akan diusut karena kejahatan terhadap keamanan nasional. [em/al]/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*