KORUPSI DANA OTSUS ACEH – KPK Geledah Tiga Kantor Dinas Provinsi Aceh

Penyidik KPK seusai menggeledah kantor Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (11/7/2018), terkait kasus dugaan korupsi dana otonomi khusus Aceh. (Sumber: KOMPAS /ZULKARNAINI)

Banda Aceh, Baranews.co – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Aceh. Penyidik menyita sejumlah dokumen menyangkut pelaksanaan program dana otonomi khusus.

Dari pantauan Kompas, Rabu (11/7/2018), penyidik KPK mendatangi kantor Dinas Pendidikan Aceh yang terletak di Jalan Daud Beureueh sekitar pukul 10.00. Pada waktu yang sama, penyidik juga menggeledah kantor Dinas Kesehatan Aceh. Sementara kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh digeledah pada Selasa, 10 Juli.

Penyidik menggeledah beberapa ruangan kepala bidang. Lebih dari tiga jam penyidik berada di kantor tersebut. Sejumlah aparat polisi bersenjata lengkap mengamankan proses penggeledahan. Saat keluar dari ruangan, terlihat penyidik membawa satu koper dan beberapa ransel. Ruangan Kepala Dinas Pendidikan Aceh disegel KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan adanya penggeledahan di tiga dinas tersebut. Ia mengatakan, penggeledahan merupakan bagian dari pengembangan proses hukum dugaan korupsi dana otonomi khusus yang menjerat Gubernur Aceh (nonaktif) Irwandi Yusuf.

KOMPAS/ALIF ICHWAN

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, seusai diperiksa selama 12 jam oleh penyidik KPK di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/7/2018), akhirnya ditahan. Irwandi dengan mengunakan baju tahanan KPK berjalan menuju mobil tahanan. Ia ditahan KPK setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan pada Selasa (3/7/2018). Ia diduga menerima suap terkait dana otonomi khusus.

Di Dinas Kesehatan Aceh, lanjut Febri, KPK menyita dokumen terkait kegiatan dana otonomi khusus Rp 1,15 triliun. ”KPK terus menemukan bukti-bukti yang semakin kuat tentang dugaan suap terkait alokasi anggaran dana otonomi khusus Aceh,” katanya.

Febri menambahkan, penyelidikan terhadap kasus dana otonomi khusus terus dikembangkan. Surat pemanggilan saksi untuk 15 orang telah dilayangkan. (ZULKARNAINI/Harian KOMPAS).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*