Restoran Korea di Sydney Didenda Karena Telantarkan Pengunjung Mabuk

Salah satu perempuan bisa terlihat ada di lantai restoran. (Sumber: abc.net.au/Supplied)

Dua perempuan yang tak sadarkan diri dibuang di jalan oleh staf restoran di pusat kota Sydney setelah mereka diizinkan untuk minum 16 sloki minuman keras dalam waktu 40 menit.

Sydney, Baranews.co – Restoran Gangnam Station di jalan Sussex Street, Sydney, kini menghadapi berbagai sanksi dari apa yang disebut pihak berwenang sebagai salah satu pelanggaran terburuk dari undang-undang minuman keras di New South Wales (NSW) dalam beberapa tahun terakhir.

Tiga perempuan memasuki restoran Korea itu pada pukul 19.55 pada tanggal 9 November tahun lalu dan selama 40 menit, masing-masing dari mereka meminum delapan sloki ‘The Peach’ atau soju, minuman nasional Korea.

Setelah sloki ketujuh, dua perempuan berjuang untuk duduk tegak, badannya bergoyang dari sisi ke sisi dan merosot ke belakang dan ke depan di atas meja.

Pada pukul 20:35, seorang pelayan mengumpulkan dua botol soju kosong dari meja mereka dan kembali dengan botol lain satu menit kemudian.

Setelah sloki terakhir mereka, dua perempuan itu ambruk ke depan meja dan menjadi tak sadarkan diri.

Namun alih-alih dibantu, para perempuan itu hanya dibawa keluar dari restoran oleh staf dan pelanggan lainnya, dan ditelantarkan di jalanan.

Salah satu perempuan muntah saat dibawa keluar.

Kerumunan orang berkumpul di sekitar perempuan yang tak sadarkan diri di jalan itu, dan polisi yang berpatroli di dekatnya memperhatikan dan memanggil ambulans yang membawa mereka ke rumah sakit.

Direktur operasi kepatuhan Otoritas Minuman Keras dan Judi setempat, Sean Goodchild, mengatakan tindakan di restoran itu menunjukkan ketidakpedulian besar terhadap kesehatan dan keselamatan pelanggan dan layanan yang bertanggung jawab atas persyaratan alkohol.

Pemegang lisensi Gangnam Station, Sunhwa Kim, telah diberi “peringatan pertama” oleh otoritas tersebut di bawah skema disipliner tiga peringatan milik Pemerintah NSW.

Pemilik lisensi yang menerima peringatan menghadapi berbagai tindakan perbaikan, dan mereka yang menerima tiga peringatan bisa ditangguhkan lisensinya atau secara permanen diboikot dari industri.

Otoritas tersebut juga mengusulkan untuk mengurangi jam operasi restoran dari jam 2:00 pagi hingga tengah malam, dan membutuhkan seorang petugas keamanan yang terlatih dalam layanan alcohol yang bertanggung jawab untuk berada di tempat itu dari jam 8 malam setiap harinya.

Kepolisian NSW telah mendenda restoran itu sebesar 2.200 dolar Australia (atau setara Rp 22 juta) karena membiarkan peristiwa keracunan, dan Otoritas Minuman Keras dan Judi NSW sedang mempertimbangkan untuk mengambil tindakan lebih lanjut. (Paige Cockburn/ABC News/swh_

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*