AGEN SARAF – Apa Sebenarnya Agen Saraf Novichok dan Seberapa Bahayanya Bila Terpapar Racun Itu?

Sumber: dw.com

Dua warga Inggris kembali ditemukan kritis menjadi korban racun agen saraf Novichok. Apa sebenarnya agen saraf Novichok dan seberapa bahayanya bila terpapar racun itu?

Baranews.co – Hingga kini masih belum diketahui apakah kasus mereka terkait dengan kasus peracunan mata-mata Rusia dan putrinya beberapa bulan lalu yang juga terjadi di Inggris.

Apa sebenarnya agen saraf Novichok dan seberapa bahayanya bila terpapar racun itu?

Kata Novichok dalam bahasa rusia berarti “baru.” Namun racun tersebut nyatanya bukan baru-baru ini diciptakan.

Novichok adalah nama suatu keluarga senyawa kimia yang dikembangkan pada dekade 1970 hingga 1980an oleh para pakar kimia Uni Sovyet.

Sebenarnya ada beberapa agen saraf yang dikelompokkan di bawah nama ini. Kesemuanya memiliki inti organifosfat seperti yang banyak terdapat pada insektisida dan obat antiserangga.

Secara keseluruhan ada lebih dari seratus varian dalam keluarga Novichok. Namun yang terkenal adalah Novichok-5 dan Novichok-7 dengan daya melumpuhkan delapan kali lebih berbahaya dibandingkan dengan racun VX – salah satu jenis senjata kimia yang paling mematikan di dunia.

Pada masa Uni Sovyet, varian yang tidak begitu berbahaya dari keluarga racun Novichok banyak diproduksi dengan menggunakan kamuflase sebagai produk untuk masyarakat sipil, seperti untuk insektisida organofosfat. Ini dilakukan untuk menyamarkan penelitian militer ke dalam program penelitian sipil untuk mengecoh dunia internasional.

Dosis kecil pun dapat melumpuhkan

Hingga saat ini masih belum jelas jenis Novichok mana yang dipakai untuk meracuni mantan mata-mata Skripal dan putrinya. Tapi setidaknya para dokter telah mengetahui cara kerja racun itu dengan baik.

“Sangat mirip dengan cara kerja agen saraf lainnya,” kata Dr. Michelle Carlin ahli racun dari Universitas Northumbria di New Castle, Inggris.

Racun ini memicu reaksi berantai protein yang menyebabkan jaringan tubuh, organ dan otot tidak terkontrol karena diberondong oleh berbagai sinyal.

“Sinyal tersebut datang secara terus-menerus dan membebani jaringan tubuh, otot dan organ. Hal ini kemudian memicu produksi air liur berlebih dan masalah pernafasan karena otot tidak dapat lagi dikendalikan. Racun ini dapat menyebabkan kelumpuhan, kejang-kejang dan kematian apabila dosisnya cukup tinggi atau bebannya cukup lama.”

Karena racun jenis ini lebih kuat daripada racun saraf lainnya, dosis sedikit pun sudah cukup untuk melumpuhkan target dalam jangka waktu lebih singkat.

Perlu dua jenis obat sebagai penawar

Untuk mengobati keracunan Novichok, dokter memberikan dua jenis obat. Obat pertama yaitu pralidoxime untuk mempercepat produksi kolesterol, yang sebelumnya diblokir oleh racun itu. Zat ini diblokir oleh racun sehingga mengacaukan sinyal pengiriman informasi.

Di sisi lain, para dokter memberikan atropin, sebuah alkaloid yang bertindak sebagai penangkal tidak hanya terhadap senyawa Novichok. “Ini juga bisa menawarkan keracunan insektisida dan pestisida organofosfat lainnya,” jelas Carlin sambil menambahkan bahwa racun ini pun bisa menyebabkan masalah pada orang yang merencanakan pembunuhan. [Fabian Schmidt (ae/ap)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*