Serba-serbi Piala Dunia 2018: Mengintip Bunker Stalin

Seorang pemandu wisata memperhatikan rombongan wisatawan yang masuk ke Bunker Stalin, kompleks bunker yang dibangun pada 1942 sebagai markas alternatif pemimpin Uni Soviet, Josef Stalin, di Samara, Rusia, 4 Juli 2018. (Sumber: VOA Indonesia/Reuters)

Sambil menunggu laga perempat final Piala Dunia 2018 antara kesebelasan Inggris dan Swedia di Kota Samara, sejumlah penggemar sepak bola mengunjungi sebuah tempat rahasia yang pernah menjadi sisi gelap kota itu.

Ratusan pendukung sepak bola yang mengunjungi kota itu, antre untuk melihat bunker mantan pemimpin era Uni Soviet, Josef Stalin. Ruangan bawah tanah rahasia itu dibangun di kota barat daya Rusia untuk melindungi Stalin dari serangan Nazi Jerman, yang ternyata tidak pernah terjadi.

“Anda pasti merinding. Anda tidak bisa membayangkan apa yan terjadi beberapa tahun lalu. Ini pengalaman bagus untuk dibawa pulang ke negara anda,” kata Josue Resendis, seorang penggemar sepak bola asal Meksiko.

Sebuah sofa di dalam bunker Stalin, bunker yang dibangun pada 1942 sebagai markas alternatif Tentara Nasional Uni Soviet di bawah pimpinan Joseph Stalin, di Samara, Rusia, 4 Juli 2018.
Sebuah sofa di dalam bunker Stalin, bunker yang dibangun pada 1942 sebagai markas alternatif Tentara Nasional Uni Soviet di bawah pimpinan Joseph Stalin, di Samara, Rusia, 4 Juli 2018.

Para pendukung tersebut, beberapa masih mengenakan topi tim masing-masing, dengan hati-hati menuruni tangga sempit hingga mereka berada 37 meter di bawah perayaan sepak bola terakbar sejagat.

“Membayangkan tempat yang sekarang penuh keceriaan, punya masa lalu dimana anak-anak, perempuan membawa senjata dan membangun pesawat-pesawat terbang agar seorang manusia bisa memerangi manusia lainnya hanya untuk ideologi,” kata Thiago Andrade dari Brazil, kepada Reuters.

“Bagus sekarang semuanya sudah berlalu dan segala hal di dunia diselesaikan dengan cara yang berbeda.”

Bunker tersebut dibangun pada 1942, tapi tidak diketahui keberadaannya oleh warga Kota Samara sampai 1990, ketika bunker ini diungkap dan dijadikan museum.

Tembok-tembok bunker dibangun agar tahan terhadap serangan udara langsung. Di dalamnya ada segala persediaan yang cukup untuk Stalin dan rombongannya selama lima hari.

Meja kerja dengan lampu dan sebuah telepon di Bunker Stalin yang dibangun pada 1942 sebagai markas alternatif pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin, di Samara, Rusia, 4 Juli 2018.
Meja kerja dengan lampu dan sebuah telepon di Bunker Stalin yang dibangun pada 1942 sebagai markas alternatif pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin, di Samara, Rusia, 4 Juli 2018.

Selama Perang Dunia II, Samara, yang pada saat itu bernama Kuybyshev, dipilih sebagai ibu kota alternatif, bila Uni Soviet jatuh ke tangan Jerman. Dan ruang perlindungan tersebut dibuat untuk menjadi markas Tentara Nasional pimpinan Stalin.

Dia tidak pernah menggunakannya.

Lantai bawah terdiri dari dua ruangan, yaitu ruangan utama yang bisa menampung 115 orang dan dibuat sebagai ruang rapat, dan ruang pribadi Stalin, yang menjadi favorit para wisatawan.

Di sini, mereka bisa duduk di meja kerja Stalin, menggunakan telepon dan “menelepon Kremlin.”

Menurut keterangan museum, telepon tersebut pernah berfungsi sampai suatu ketika seorang turis Perancis menggunakannya untuk menelepon ke rumah dan mengakibatkan tagihan telepon melonjak. [ft]/Reuters/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply